Berita

Foto/Net

Bisnis

AP I Genjot Sektor Pariwisata Di NTT

Kumpulkan Para Stakeholder di Kupang
RABU, 12 DESEMBER 2018 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Angkasa Pura (AP) I mendukung pengembangan potensi pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan pelat merah ini berharap, kawasan wisata di wilayah timur itu menjadi motor pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Untuk itulah, di bawah Kepemimpinan Direktur Uta­ma Faik Fahmi, AP I kembali menginisiasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ber­tajuk Collaborative Destination Development (CDD). Acara yang mengambil tema Explore The Amazing Destination At East Nusa Tenggara itu, digelar di Hotel Aston Kupang, kemarin.

Sekitar 300 orang stakeholder hadir dan terlihat serius mengikuti acara. Acara berlangsung sangat cair, dipandu oleh wartawan senior Andy F Noya.


Turut hadir dan menjadi nara­sumber kegiatan ini Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Guber­nur NTT Viktor Laiskodat, Bu­pati Banyumas Abdullah Azwar Anas, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devy Suradji, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi & Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Travel Blogger Marischka Prudence, CEO Office Strategic Develop­ment Tokopedia Doni Nathan­iel Pramana, dan CO-Founder Du’anyam Hanna Keraf.

Faik Fahmi mengatakan, CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah. Program ini sebagai langkah nya­ta perseroan dalam mendukung kegiatan di sektor pariwisata.

"Kami tidak bisa bekerja send­iri, harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder," tutur Faik.

Lewat kegiatan tersebut, kata dia, beberapa daerah berha­sil meningkatkan kunjungan turis. AP I menargetkan, jumlah kunjungan wisatawan di NTT meningkat tahun depan. "Hara­pannya, jumlah pengunjung le­wat Bandara Eltari Kupang bisa lebih meningkat lagi," katanya.

Menurut catatannya, trafik dari dan menuju Bandara El Tari Ku­pang saat ini sudah menembus angka 2,1 juta penumpang per tahun. Secara umum, pergerakan trafik penumpang 14 bandara yang berada di NTT sepanjang 2015-2017 cukup signifikan dengan CAGR (Compound An­nual Growth Rate) 13 persen.

"Jika melihat perkembangan trafik bandara-bandara seperti Bandara Komodo Labuan Bajo dengan CAGR 25 persen, serta Bandara Ende, Bandara Tam­bolaka, dan Bandara Alor yang CAGR-nya di atas 12 persen, menjadi indikator bahwa des­tinasi wisata itu turut mening­katkan minat wisatawan untuk berkunjung," jelas Faik.

Menurutnya, Pulau Komodo di Labuan Bajo masih menjadi tujuan utama bagi wisatawan mancanegara. Diharapkan, tren ini dapat memberikan dampak tidak langsung bagi ekonomi Kupang.

"Kupang bisa dioptimalkan potensinya sebagai tempat tran­sit bagi wisatawan dari Indone­sia bagian timur dan Timor Leste ataupun luar negeri (Australia)," yakin Faik.

Untuk mendukung target wisatawan serta peningkatan trafik pesawat dari dan munuju Kupang melalui Bandara El-Tari, AP I memberikan insentif full berupa bebas biaya landing fee kepada maskapai yang membuka rute baru selama 6 bulan. Selain itu, mereka juga bebas biaya pro­mosi di bandara selama 1 bulan.

"AP I berkomitmen mem­berikan perhatian khusus pada pengembangan daerah ini. Kami berharap, upaya yang kami lakukan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertum­buhan ekonomi kreatif dan pari­wisata di NTT," tambah Faik.

Dia bilang, AP I akan mening­katkan kapasitas bandara El Tari Kupang dan melakukan revital­isasi. "Bandaranya nanti jadi lebih besar dan cantik," janji Faik.

Latihan Senyum

Gubernur NTT Viktor Laisko­dat mengatakan, pertemuan CDD tidak boleh berhenti dan mesti ditindaklanjuti. Selain Pulau Komodo, NTT punya ban­yak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun internasional.

Namun, dia mengakui, masih kurangnya inovasi dan kreativi­tas membuat potensi wisata yang ada belum bisa dinikmati secara maksimal.

"Sulit membangun semangat masyarakat setempat untuk bisa berpikir lebih maju. Mengubah budaya masyarakat untuk ber­pikir out the box itu lebih susah ketimbang bangun infrastruktur. Di sini bikin jalan gampang, tapi yang susah pola pikir atau ban­gun sumber daya manusianya," curhat Viktor.

Bupati Banyumas Abdullah Azwar Anas yang didaulat meng­isi acara itu juga berbagi tips, bagaimana memanfaat sektor pariwisata guna mendongkrak pendapatan daerah. Menurutnya, selain aksesbilitas, transportasi, dukungan sarana dan prasarana sangat penting menunjang sektor pariwisata, Pariwisata juga bukan hanya mendatangkan orang.

Menurut Azwar, kunci utama yang mesti dilakukan adalah mengubah kultur atau budaya masyarakatnya. Hal terkecil misalnya, soal menjaga keber­sihan, dan sikap masyarakat di saat ada wisatawan dari luar.

"Bagaimana melatih rakyat untuk senyum saat orang datang. Mengubah perilaku itu tidak mudah," kata Azwar. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya