PT Angkasa Pura (AP) I mendukung pengembangan potensi pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan pelat merah ini berharap, kawasan wisata di wilayah timur itu menjadi motor pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Untuk itulah, di bawah Kepemimpinan Direktur UtaÂma Faik Fahmi, AP I kembali menginisiasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) berÂtajuk Collaborative Destination Development (CDD). Acara yang mengambil tema Explore The Amazing Destination At East Nusa Tenggara itu, digelar di Hotel Aston Kupang, kemarin.
Sekitar 300 orang stakeholder hadir dan terlihat serius mengikuti acara. Acara berlangsung sangat cair, dipandu oleh wartawan senior Andy F Noya.
Turut hadir dan menjadi naraÂsumber kegiatan ini Direktur Utama AP I Faik Fahmi, GuberÂnur NTT Viktor Laiskodat, BuÂpati Banyumas Abdullah Azwar Anas, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devy Suradji, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi & Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Travel Blogger Marischka Prudence, CEO Office Strategic DevelopÂment Tokopedia Doni NathanÂiel Pramana, dan CO-Founder Du’anyam Hanna Keraf.
Faik Fahmi mengatakan, CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah. Program ini sebagai langkah nyaÂta perseroan dalam mendukung kegiatan di sektor pariwisata.
"Kami tidak bisa bekerja sendÂiri, harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder," tutur Faik.
Lewat kegiatan tersebut, kata dia, beberapa daerah berhaÂsil meningkatkan kunjungan turis. AP I menargetkan, jumlah kunjungan wisatawan di NTT meningkat tahun depan. "HaraÂpannya, jumlah pengunjung leÂwat Bandara Eltari Kupang bisa lebih meningkat lagi," katanya.
Menurut catatannya, trafik dari dan menuju Bandara El Tari KuÂpang saat ini sudah menembus angka 2,1 juta penumpang per tahun. Secara umum, pergerakan trafik penumpang 14 bandara yang berada di NTT sepanjang 2015-2017 cukup signifikan dengan CAGR (
Compound AnÂnual Growth Rate) 13 persen.
"Jika melihat perkembangan trafik bandara-bandara seperti Bandara Komodo Labuan Bajo dengan CAGR 25 persen, serta Bandara Ende, Bandara TamÂbolaka, dan Bandara Alor yang CAGR-nya di atas 12 persen, menjadi indikator bahwa desÂtinasi wisata itu turut meningÂkatkan minat wisatawan untuk berkunjung," jelas Faik.
Menurutnya, Pulau Komodo di Labuan Bajo masih menjadi tujuan utama bagi wisatawan mancanegara. Diharapkan, tren ini dapat memberikan dampak tidak langsung bagi ekonomi Kupang.
"Kupang bisa dioptimalkan potensinya sebagai tempat tranÂsit bagi wisatawan dari IndoneÂsia bagian timur dan Timor Leste ataupun luar negeri (Australia)," yakin Faik.
Untuk mendukung target wisatawan serta peningkatan trafik pesawat dari dan munuju Kupang melalui Bandara El-Tari, AP I memberikan insentif full berupa bebas biaya landing fee kepada maskapai yang membuka rute baru selama 6 bulan. Selain itu, mereka juga bebas biaya proÂmosi di bandara selama 1 bulan.
"AP I berkomitmen memÂberikan perhatian khusus pada pengembangan daerah ini. Kami berharap, upaya yang kami lakukan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumÂbuhan ekonomi kreatif dan pariÂwisata di NTT," tambah Faik.
Dia bilang, AP I akan meningÂkatkan kapasitas bandara El Tari Kupang dan melakukan revitalÂisasi. "Bandaranya nanti jadi lebih besar dan cantik," janji Faik.
Latihan SenyumGubernur NTT Viktor LaiskoÂdat mengatakan, pertemuan CDD tidak boleh berhenti dan mesti ditindaklanjuti. Selain Pulau Komodo, NTT punya banÂyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun internasional.
Namun, dia mengakui, masih kurangnya inovasi dan kreativiÂtas membuat potensi wisata yang ada belum bisa dinikmati secara maksimal.
"Sulit membangun semangat masyarakat setempat untuk bisa berpikir lebih maju. Mengubah budaya masyarakat untuk berÂpikir
out the box itu lebih susah ketimbang bangun infrastruktur. Di sini bikin jalan gampang, tapi yang susah pola pikir atau banÂgun sumber daya manusianya," curhat Viktor.
Bupati Banyumas Abdullah Azwar Anas yang didaulat mengÂisi acara itu juga berbagi tips, bagaimana memanfaat sektor pariwisata guna mendongkrak pendapatan daerah. Menurutnya, selain aksesbilitas, transportasi, dukungan sarana dan prasarana sangat penting menunjang sektor pariwisata, Pariwisata juga bukan hanya mendatangkan orang.
Menurut Azwar, kunci utama yang mesti dilakukan adalah mengubah kultur atau budaya masyarakatnya. Hal terkecil misalnya, soal menjaga keberÂsihan, dan sikap masyarakat di saat ada wisatawan dari luar.
"Bagaimana melatih rakyat untuk senyum saat orang datang. Mengubah perilaku itu tidak mudah," kata Azwar. ***