Berita

Menko Maritim Luhut Pandjaitan/Dok

Bisnis

Luhut Bahas Perekonomian Blue Carbon di Konferensi Perubahan Iklim Di Polandia

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 01:06 WIB | LAPORAN:

Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menjadi hal yang akan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dalam Konferensi Perubahan Iklim atau Conference Of The Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Changet (COP24), di Katowice, Polandia, Selasa (11/12).

"Saya akan menjelaskan sedikit tentang Indonesia, untuk ekonomi kita mengalami banyak perubahan, dalam kepimpinan Pak Presiden Joko Widodo dari 4,7 persen meningkat hingga 5,1-5,2 persen," kata Luhut, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (11/12) malam.

Dikatakan Luhut, pertumbuhan ekonomi tak lepas dari perhatian penting, seperti blue carbon, dimana Indonesia merupakan penyebaran seperempat bakau (mangrove) di dunia.


"Saya akan beritahu tentang blue carbon ecosystem di Indonesia, saya pikir ini sangat berguna bagi kita semua untuk mengerti akan hal ini," ujarnya.

Indonesia, kata Luhut, dapat dikatakan sangat berkontribusi pada blue carbon, walalupun 15 persen bakau di Indonesia sudah rusak.

"Sekarang kita harus gencar-gencarnya tentang program penanaman kembali untuk mangrove," kata dia.

Luhut menekankan bahwa pemerintah selalu membahas apa yang harus dilakukan, tidak hanya "omong doang".

"Coba lihat mangrove, kami telah berkerja keras menyelesaikan permasalahan ini, memang mengubah beberapa bagian ini tidak mudah, tapi setidaknya kita akan membuat orang-orang lebih mengerti akan pentingnya hal ini," tegasnya.

Hasil perlindungan Mangrove sudah terlihat hasilnya, yakni saat Tsunami di Palu 2 bulan lalu, di mana ada area yang terlindungi lantaran tsunami tertutup bakau.

"Jadi, ini akan membuat masyarakat lain mengerti, bahwa mangrove menyelamatkan daratan," tukasnya. [lov]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya