Berita

Mozambik/Net

Global

Pemerintah Temukan 30 Ribu Pegawai Negeri "Hantu"

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 19:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setidaknya ada 30 ribu pekerja "hantu" ditemukan dalam daftar gaji pegawai negeri saat ini.

Kasus itu ditemukan di tubuh pemerintahan Mozambik awal pekan ini setelah audit internal yang dilakukan.

Menteri Layanan Sipil Mozambik, Carmelita Namashulua mengatakan, pegawai "hantu" yang dimaksud mencakup beberapa kasus. Ada beberapa orang dalam daftar itu dibayar untuk pekerjaan yang tidak mereka lakukan. Ada juga pegawai negeri yang telah meninggal dunia namun namanya masih tercantum dalam daftar dan mendapatkan gaji. Ada juga kasus nama pegawai fiktif yang mendapatkan gaji.


Penipuan semacam itu diprediksi telah menelan biaya pemerintah sekitar 250 juta dolar AS antara tahun 2015 dan 2017. Audit itu dilakukan selama dua tahun dengan menyelidiki total 348.000 pegawai.

Pada akhir audit, mereka yang masuk dalam daftar pegawai "hantu" itu akan berhenti menerima upah.

Awal tahun ini, pemerintah menguraikan rencana untuk mencoba dan mengendalikan pengeluaran, terutama gaji publik yang menyerap 55 persen dari pendapatan pajak.

Namashulua mengatakan bahwa pemerintah mengakui bahwa korupsi negara masih menjadi masalah utama di Mozambik yang saat ini masih masuk kategori salah satu negara termiskin di dunia.

Menurut data pengawas Transparency International dalam indeks persepsi korupsi global, negara di Afrika bagian selatan itu menduduki peringkat 153 dari 180 negara paling korup di dunia.

Namashulua mengatakan tantangan serius lainnya yang dihadapi negara termasuk favoritisme, nepotisme, tuduhan terlarang untuk mengakui orang-orang untuk pekerjaan di administrasi publik dan pemalsuan lisensi. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya