Berita

Bank Sentral India/BBC

Dunia

Gubernur Bank Sentral India Mundur, Rupee Merosot

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 19:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mata uang India rupee merosot pada hari ini (Selasa, 11/12), satu hari setelah pengunduran diri secara tiba-tiba gubernur bank sentral India.

Tercatat, rupee India turun 1,2 persen terhadap dolar AS dan saham juga lebih rendah karena investor bereaksi terhadap mundurnya Urjit Patel dari kursi bank sentral negara tersebut.

Dia diketahui mengundurkan diri dari jabatannya di pertengahan periode tiga tahun, dengan alasan pribadi yang tidak dielaborasi lebih lanjut.


Hengkangnya dia dari posisi top di bank sentral India itu terjadi di tengah laporan keretakan antara Reserve Bank of India (RBI) dan pemerintah.

Analis memperkirakan pengunduran diri Patel dapat membuat investor lebih waspada terhadap India dan melukai ekonomi karena mempersiapkan pemilihan umum tahun depan.

Priyanka Kishore, kepala ekonomi India dan Asia Tenggara di Oxford Economics, mengatakan bahwa pengunduran diri Patel adalah perkembangan negatif untuk pasar. Terlebih, waktu di mana Patel mengundurkan diri menimbulkan beberapa kekhawatiran tentang independensi bank sentral di India.

"Pengunduran diri Patel sepertinya protes terhadap campur tangan pemerintah," kata Kishore.

"Sudah ada kekhawatiran lain yang membebani ekonomi, ketidakpastian tentang kepemimpinan dan kebijakan RBI pada titik ini dapat membebani pertumbuhan lebih lanjut," tambahnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya