Berita

Foto/Net

Nusantara

Kekerasan Terhadap Pejuang Lingkungan Semakin Meluas

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 19:08 WIB | LAPORAN:

Kekerasan terhadap pejuang lingkungan hidup semakin marak terjadi. Bahkan meluas sampai kepada industri pariwisata.

Demikian disampaikan Manajer Kampanye Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Wahyu A. Perdana saat menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/12).

"Dulu kan dominan kriminalisasi itu tambang dan kebun, sekarang itu meluas. Itu ada industri pariwisata ada juga yang tertembak di Sumba Barat. Itu juga kasus industri pariwisata," bebernya.


Bahkan, menurut Wahyu, korban yang dahulu biasa didominasi oleh warga sipil kini meluas menjadi saksi ahli.

"Sisi korban kalau dulu didominasi warga, sekarang akademisi juga kena. Saksi ahli juga jadi korban," katanya.

Wahyu menambahkan bahwa peran pihak swasta begitu kuat dan mendominasi di setiap pengambilan keputusan terkait sengketa lingkungan hidup. Sehingga, masyarakat yang tidak berani lebih memilih bungkam.

Tren di tahun 2018, peningkatan kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan hidup dan hak asasi manusia terus meningkat.

"Dalam catatan Walhi, dari olah data di 13 provinsi tercatat 163 pejuang lingkungan dikrimininalisasi," demikian Wahyu. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya