Berita

Yahhya Jammeh/Net

Dunia

AS Tangkal Eks Presiden Gambia

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 17:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mecekal mantan presiden Gambia, Yahya Jammeh dan anggota keluarga dekatnya untuk masuk ke Amerika Serikat.

Keputusan yang diumumkan pada hari Senin (9/12) itu muncul hampir dua tahun setelah Jammeh dipaksa mengasingkan diri di Guinea Ekuatorial setelah dia menolak untuk mengakui kekalahan dalam pemilihan presiden.

Jammeh yan memerintah negara kecil di Afrika Barat itu selama dua dekade diketahui lenser dari kekuasaannya setelah kalah dalam pemilihan demokratis untuk Adama Barrow pada bulan Desember 2016.


Namun, Jammeh menolak mengundurkan diri, yang mendorong ancaman militer oleh Uni Afrika dan badan regional Afrika Barat, ECOWAS. Dia melarikan diri ke Equatorial Guinea pada Januari 2017.

Departemen Luar Negeri mengatakan Jammeh kini dilarang masuk ke negara itu di bawah kategori yang berlaku untuk pejabat pemerintah asing yang diyakini telah melakukan korupsi yang signifikan atau pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia.

Selain Jammeh, istrinya Zineb, dan putri mereka Mariam dan putra Muhammad juga dilarang masuk ke Amerika Serikat.

Jammeh sendiri diketahui memiliki real estat di Potomac, Maryland, sekitar 24 km dari Washington, DC.

Real estate itu sebelumnya dimiliki oleh mantan pemain bola basket Amerika, Calbert Cheaney, yang kemudian dijual ke kepercayaan keluarga Jammeh pada 2010 sebesar 3,5 juta dolar AS. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya