Berita

Kombes Tatang/RMOL

Nusantara

Polda Papua Barat Tangani Separatis Dengan Pendekatan Humanis

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 13:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Menangani gerakan separatis, Polda Papua Barat memilih pendekatan humanis. Diharapkan dengan begitu kelompok separatis merasa tidak terintimidasi.

Begitu yang disampaikan oleh Wakapolda Papua Barat Kombes Tatang kepada wartawan di Mapolda Papua, Jalan Trikora Maripi, Distrik Andai, Manokwari, Papua Barat, Selasa (11/12).

"Melalui kegiatan-kegiatan seperti berdiskusi dan melakukan hal-hal yang positif, kita turut sertakan masyarakat," kata Tatang.


Hal itu terlihat ketika adanya kegiatan aksi 1 Desember yakni HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM), Tatang memperbolehkan unjuk rasa, namun hanya dengan satu syarat yakni tidak boleh melakukan kegiatan-kegiatan yang merusak NKRI.

Pendekatan humanis ini, sambung Tatang, terlihat ketika tokoh gerakan separatis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Markus Yenu yang justru mendukung upaya kepolisian dalam merawat NKRI. Gerakan tersebut cukup aktif, dengan pendekatan humanis yang polisi lakukan, gerakan NRFPB bisa lebih lunak.

"Bahkan pada 1 Desember kemarin, mereka sama sekali tidak mengibarkan bendera OPM (Bintang Kejora)," ujarnya.  

Tatang menambahkan, tolak ukur keberhasilanya bisa membuat wilayah kondusif sehingga pemerintah pusat bisa lebih tenang dan tidak terganggu.

"Karena sedikit saja masalah di sini, bisa menjadi isu nasional dan internasional," pungkasnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya