Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Seminggu Ke Depan, Wilayah Jawa Dan Sumatra Diprediksi Hujan Lebat

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 02:40 WIB | LAPORAN:

Aktivitas aliran udara dingin dari Asia (Monsun Dingin Asia) mulai tampak signifikan. Hal itu akan berdampak meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia.

Dalam seminggu ke depan, diprediksi akan ada aliran udara basah yang menjalar dari Barat Samudera Hindia menuju ke wilayah Indonesia bagian barat yang dikenal dengan fenomena Madden Julian Ascillation (MJO).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, interaksi kedua fenomena tersebut dan ditambah dengan tingginya aktivitas gangguan tropis, berupa sirkulasi dan pertemuan angin dapat menyebabkan dan meningkatkan potensi hujan lebat.


"Hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Sumatra dan Jawa," demikian informasi dari BMKG yang disebarluaskan, Senin (10/12).

Selain itu, di Bali, Kalimantan Barat dan Tengah serta wilayah Maluku diperkirakan juga akan berpotensi hujan lebat pada periode ini.

"Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia dalam periode seminggu ke depan (10-16 Desember 2018)," tulis BMKG.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir/kilat serta angin kencang antara lain, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Sedangkan potensi gelombang tinggi 2,5-4,0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Utara Kepulauan Natuna, Perairan Barat Kepulauan Simeulue hingga Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Masyarakat diimbau waspada lantaran kondisi cuaca dapat menyebabkan banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. [lov]  


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya