Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Dominasi Penjualan Senjata Global

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 18:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pembuat senjata Amerika masih mendominasi perdagangan senjata global tahun 2017 lalu.

Data industri senjata internasional baru yang dirilis oleh Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) pada Senin (10/12), menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari semua senjata yang dijual di dunia tahun lalu berasal dari Amerika Serikat.

Data yang sama menunjukkan bahwa penjualan senjata global mencapai 398,2 miliar dolar AS tahun lalu.


Perusahaan Lockheed Martin yang berbasis di Amerika Serikat tetap berada di daftar puncak 100 perusahaan militer terbesar, dengan penjualan sebesar 44 miliar dolar AS. Tidak ada perusahaan lain dalam industri ini yang bisa mendekat.

Sebagai perbandingan, kelompok pertahanan terbesar Jerman, Rheinmetall AG yang berbasis di Düsseldorf, bahkan tidak menjual sepersepuluh dari jumlah itu. Dengan total penjualan capping di angka 3,4 miliar dolar AS. Sedangkan Rheinmetall hanya menempati peringkat 25 dalam daftar.

Menurut SIPRI, keberhasilan Lockheed Martin sebagian besar karena kebutuhan militer AS untuk sistem persenjataan yang lebih baru dan lebih canggih, termasuk pesawat  tempur siluman F-35 Lightning dan pesawat angkut C-130 Hercules.

Perusahaan ini juga bekerja sama dengan Pentagon untuk menghasilkan tanggapan terhadap China dan renc
ana Rusia untuk mengembangkan "rudal hipersonik" yang mahal yang dapat dengan mudah melewati sistem pertahanan rudal konvensional.

"Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat secara langsung mendapat manfaat dari permintaan senjata yang terus menerus dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat," tulis Aude Fleurant, direktur SIPRI's Arms and Military Expenditure Program, seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya