Berita

Ahmad Muzani/RMOL

Politik

Sekjen Partai Koalisi Desak KPU Jelaskan Penambahan DPT

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 18:08 WIB | LAPORAN:

Para sekretaris jenderal partai koalisi menyambangi Komisi Pemilihan Umum.

Menyusul adanya tambahan 31 juta data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.
Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan terkait daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

Hadir di Gedung KPU diantaranya Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan beserta beberapa tokoh partai oposisi.

Hadir di Gedung KPU diantaranya Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan beserta beberapa tokoh partai oposisi.

Muzani mengaku bahwa kedatangan mereka adalah memastikan bahwa pada 17 April 2019 nanti seluruh warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya.

"Karena itu, tidak boleh ada satu warga negara pun yang tidak menggunakan hak pilihnya jika memang sudah memenuhi syarat," katanya saat konferensi pers di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (10/12).

Lanjut Muzani, terkait tambahan 31 juta data Disdukcapil Kemendagri, pihaknya ingin memastikan bahwa nama pemilih yang sudah memiliki kepastian untuk memilih tidak boleh terdaftar dua kali.

"Baik di alamat yang sama atau di alamat yang berbeda. Kami juga ingin memastikan bahwa nama tersebut adalah nama yang tidak terulang dua kali, baik di alamat yang sama atau dengan alamat yang berbeda atau orang yang sama dengan nama yang sama atau naik yang berbeda. Ketiga, kita ingin memastikan bahwa orang-orang yang tidak berhak memilih tidak terdaftar dalam DPT," paparnya.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar dua jam, para sekjen partai diterima tiga komisioner KPU, yakni Viryan, Evi Novida Ginting Manik, Pramono Ubaid Tanthowi.

"Semua masukan kami disambut dengan baik oleh teman-teman KPU untuk bersama-sama melakukan pencermatan dan pengkajian terhadap daftar pemilih tetap yang akan ditetapkan pada tanggal 15 (Desember)," demikian Muzani. [wah] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya