Berita

Lonceng Balangiga/Al Jazeera

Global

117 Tahun Berlalu, AS Kembalikan Lonceng Balangiga Ke Filipina

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 17:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat akan mengembalikan lonceng Balangiga yang pernah diambil oleh pasukan Amerika Serikat dari kota yang terbakar pasca konflik tahun 1901 ke Filipina.

Pengembalian itu merupakan tindak lanjut dari tuntutan Presiden Filipina Rodrigo Duterte tahun 2017 lalu.

Duterte meminta Amerika Serikat mengembalikan lonceng itu saat menerima dutabesar baru untuk Filipina, Sung Kim.


"Pada titik ini, izinkan saya untuk mengambil langkah mundur dalam waktu, pada tahun 1901," kata Duterte, ketika pidatonya yang disiarkan televisi di negara itu pada bulan Juli 2017, merujuk pada masa kolonialisasi Amerika Serikat.

"Pada 1901, ada yang dikenal sebagai Balangiga," lanjutnya.

Warga Filipina mengingat Balangiga sebagai kota pedesaan Balangiga yang pernah mengalami pembantaian oleh pasukan Amerika Serikat. Pada saat itu, tiga lonceng gereja diambil oleh pasukan Amerika Serikat.

"Kembalikan lonceng Balangiga itu," tegas Duterte.

"Mereka milik kita," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera.

Setelah 17 tahun berselang dan 117 tahun sejak pasukan Amerika Serikat mengambilnya, lonceng itu akan dikembalikan ke Filipina besok (Selasa, 11/12).

Bagi Amerika Serikat, insiden 117 tahun lalu itu merupakan momen pembunuhan puluhan tentara Amerika Serikat yang memicu serangan balasan oleh pasukan Amerika Serikat yang menyebabkan sedikitnya ratusan orang meninggal dunia atau kelaparan.

Dalam serangan rahasia pada tanggal 28 September 1901, sekitar 500 orang Filipina bersenjata dengan parang menyerang para tentara Amerika Serikat yang tengah makan pagi. Para prajurit yang tidak curiga telah meninggalkan senapan mereka di barak.

Warga kota marah pada penjajah karena menangkap orang-orang mereka dan memaksa mereka untuk bekerja di kamp-kamp paksa. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya