Berita

Foto/Dok

Pertahanan

Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif RK 644/WLS Kembali Ke Bumi Khatulistiwa

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 05:09 WIB | LAPORAN:

Batalyon Infanteri Raider Khusus 644/Walet Sakti kembali ke Bumi Khatulistiwa setelah selesai melaksanakan tugas operasi sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Papua Nugini di wilayah Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Sebanyak 450 personel Yonif RK 644/WLS yang dipimpin langsung oleh Danyonif RK 644/WLS, Letnan Kolonel I Gede Setiawan tiba di Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak, Minggu (9/12).

Menumpang Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni-520 seluruh personel Yonif RK 644/WLS tiba dengan selamat di Kota Pontianak. Yonif RK 644/WLS sebelumnya mendapat kepercayaan dari TNI Angkatan Darat untuk melaksanakan tugas operasi selama 9 bulan di wilayah sektor utara Provinsi Papua.


Asisten Operasi Kasdam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Anwar memimpin langsung pelaksanaan debarkasi dan pengecekan personil dan materiil Satgas Pamtas Yonif RK 644/WLS.

Pemeriksaan ini dilaksanakan untuk mengetahui kelengkapan personel maupun materiil yang harus dipertanggungjawabkan oleh prajurit. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang bawaan setiap personel.

"Saya harapkan tidak ada yang membawa barang-barang terlarang dari daerah operasi," tegas Anwar, dalam keterangannya, Minggu (9/12).

Pemeriksaan dilaksanakan oleh personel Polisi Militer Kodam XII/Tpr kepada seluruh personel Yonif RK 644/WLS. Dari pemeriksaan yang dilakukan tidak ditemukan barang-barang terlarang yang dibawa oleh personel Yonif RK 644/WLS dari tempat tugas.

Usai dilakukan pemeriksaan, kegiatan dilanjutkan dengan pergeseran pasukan dari Pelabuhan Dwikora menuju ke Marshaling Area di Mabekangdam XII/Tpr dan dijadwalkan akan dilaksanakan pemerikasaan kesehatan oleh personel Kesdam XII/Tpr. [lov]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya