Berita

Foto/RMOLSumut

Nusantara

Gagal Tarik Minat Wisatawan, Festival Danau Toba Tak Sesuai Harapan

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 01:06 WIB | LAPORAN:

Festival Danau Toba 2018 yang berlangsung di Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara berjalan tidak sesuai harapan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Leonardo Sihotang mengatakan Festival Danau Toba 2018 kurang persiapan.

"Ya, tidak seperti diharapkan kurang persiapan. Kalau kami lama persiapan, tapi panitia dari provinsi. Acara ini melibatkan kementerian. Kami tuan rumah hanya untuk persiapan tempat. Tidak ada koordinasi dan konsep," ujarnya di Silahisabungan, dilansir RMOLSumut, Minggu (9/12).


Dikatakan, banyak acara di Festival Danau Toba yang tak sesuai harapan. Festival Danau Toba terkesan asal-asalan. Hal itu dilihat dari minimnya wisatawan yang berkunjung ke Silahisabungan.

"Kami di Dairi tidak mau bikin malu juga. Beberapa kegiatan sudah kami tambahin seperti lomba kayak, renang, sepeda, dan festival lampion yang di Paropo. Banyak acara yang sebenarnya tidak selaras dengan Danau Toba. Intinya tidak ada persiapan bahkan bupati tidak hadir," kata Leonardo.

Tidak sampai di situ, Leonardo juga mengeluhkan acara yang awalnya ditargetkan mendatangkan 15 ribu wisatawan yang tak berjalan mulus.

"Kalau jalan konsep 15 ribu target kami wisatawan datang. Konsep awalnya bertujuan datangkan wisatawan. Tapi ini saja masyarakat lokal tidak mau datang. Harusnya masyarakat yang berdagang dapat keuntungan tapi ini kenyataannya rugi," ungkapnya.

Festival Danau Toba berlangsung sejak 5 hingga 8 Desember 2018 di Silahisabungan. Festival yang telah digelar sejak 2013 ini sudah menjadi agenda tahunan dari 7 kabupaten yang mengelilingi Danau Toba yakni Simalungun, Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo, dan Dairi. Festival Danau Toba merupakan kegiatan pertunjukan budaya, pariwisata, dan olahraga. [lov]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya