Berita

Massa Aliansi Jurnalis NKRI/Net

Politik

Prabowo Didesak Cabut Pernyataannya Yang Hina Jurnalis

SABTU, 08 DESEMBER 2018 | 07:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menuding sebagian besar pers di Tanah Air adalah antek-antek orang yang ingin menghancurkan demokrasi Indonesia, diminta untuk segera minta maaf.

Desakan itu datang dari puluhan orang yang menggelar unjuk rasa di depan gedung Dewan Pers di Jakarta Pusat, Jumat (7/12). Mereka mengataskan diri sebagai Aliansi Jurnalis NKRI.

"Kami mendesak Prabowo untuk segera minta maaf atas penyataannya yang dinilai menghina jurnalis," kata koordinator aksi Aliansi Jurnalis NKRI, Rivai Lamahoda seperti keterangannya, Sabtu (8/12).


Jelas Rivai, mengkritik profesi wartawan boleh saja dan sah dalam era demokrasi. Namun, sebagai negara demokrasi yang berdasarkan hukum maka setiap kritik dan koreksi punya mekanisme dan jalur yang harus ditempuh.

Menurutnya, sebagai tokoh dan politisi dengan jam terbang tinggi, Prabowo tentu tahu profesi jurnalis dilindungi oleh UU Pers. Dalam UU ini diatur koreksi terhadap pemberitaan adalah dengan mekanisme "hak jawab" yang difasilitasi Dewan Pers, dan apabila tidak menemui kata sepakat maka boleh mengajukan gugatan pidana pengadilan jika merasa dirugikan.

"Pernyataan Prabowo yang menuduh jurnalis sebagai antek orang yang mau menghancurkan NKRI dan pernyataan untuk tidak lagi menghormati jurnalis adalah pernyataan yang sangat tendensius, menebar ujaran kebencian, mengadu domba dan menghina profesi jurnalis," ujar Rivai.

Prabowo harus diingatkan bahwa pers adalah pilar demokrasi keempat setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif dalam kehidupan bernegara. Dan membangun narasi permusuhan kepada jurnalis adalah kebodohan nyata mengingat dia sedang menggalang dukungan untuk pencalonannya dalam Pilpres 2019.

"Untuk itu kami mendesak Prabowo segera mencabut pernyataan yang menghina, merendahkan profesi jurnalis. Jika tidak, kami akan mengajak dan menyerukan kepada seluruh jurnalis se-Indonesia untuk memboikot seluruh pemberitaan tentang Prabowo," tutup Rivai.

Prabowo Subianto yang juga ketua umum Partai Gerindra itu menuding pemberitaan di media sebagian besar memublikasikan berita bohong. Dia bahkan menyebut pers adalah antek-antek orang yang ingin menghancurkan demokrasi di NKRI.

Kekesalan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu didasari oleh minimnya publikasi acara Reuni Akbar 212 yang. Dia menuding sikap media-media yang tidak memberitakan Reuni 212 tidak objektif. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya