Berita

Foto: Net

Publika

MC Metallica 1993 Jelaskan Keajaiban Reuni 212

JUMAT, 07 DESEMBER 2018 | 17:38 WIB

BANG Miing dan AA Gym dinilai banyak pengguna medsos tampil memukau di Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One pada 4 Desember 2018.

Penasaran, saya tonton tayangannya di Youtube, saya baca 1000-an komentar dari 5102 komentar sementara warga di video utuh dan 3516 komentar di video khusus Bang Miing. Pengguna medsos tidak salah.

Bang Miing dan AA Gym tidak hanya berbicara kepada orang-orang di ruangan ILC itu, tapi juga kepada mereka di luar studio yang mayoritas pengguna medsos. Bang Miing menyampaikan berbagai fakta keajaiban di Reuni 212 tanpa menjatuhkan pihak yang tidak setuju dengan Reuni 212.


Beda dengan Boni Hargens dan Irma Suryani yang terkesan hanya berbicara kepada orang-orang di ruangan ILC itu, keduanya terlalu fokus mencari kelemahan Reuni 212, apa tidak bisa menginterupsi pembicaraan orang sambil senyum? Saya bahas nanti di bagian akhir tulisan.

Bang Miing yang nama aslinya Dedi Gumelar ini mantan pelawak dan pembawa acara, ia pembawa acara saat Reuni 212 pada 2 Desember 2018 lalu. Jam terbang Bang Miing di panggung rakyat dan TV jelas di atas semua yang hadir di TV One malam itu.

Tahukah anda, siapa pembawa acara ketika band terbesar di dunia Metallica pertama kali konser di Indonesia tahun 1993?, namanya Bang Miing. Jadi Bang Miing ini sudah mengelola panggung internasional jauh sebelum TV One (berdiri 2008) dan beberapa TV swasta lainnya lahir.

Rupanya pelawak merupakan salah satu pekerjaan panggung paling sulit. Banyak penelitian menyimpulkan mereka yang punya rasa humor tinggi memiliki IQ atau kecerdasan di atas mereka yang kurang rasa humornya.

Otak seorang pelawak bekerja sangat cepat di panggung. Pelawak tidak sekadar membaca buku, merumuskan bahan, tapi juga membaca pikiran masyarakat, bahkan mereka juga mengajak orang lain mengkritisi bahannya sebelum manggung.

Kebanyakan akademisi hanya tahu apa yang akan disampaikan, sementara pelawak sekelas Bang Miing tahu apa yang akan disampaikan dan paham bagaimana cara manyampaikannya.

Salah satu pernyataan Bang Miing yang menarik di ILC TV One adalah: 'Pak Boni, saya tidak ingin mendebat Bapak, karena secara akademik Bapak lebih berilmu..'. Kalimat itu ditujukan kepada Boni Hargens seorang pengamat politik, direktur eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia yang sekaligus pendukung Jokowi-Maruf.

Mohon maaf dengan segala kelebihannya, saya menilai Boni Hargens ini sulit menambah suara untuk Jokowi-Maruf. Ia belum mampu mengapresiasi lawan sebelum mematahkan argumennya, ia belum mampu mengapresiasi pendukung tokoh sebelum membantah pendapat tokohnya, selera humornya kurang padahal masyarakat Indonesia humoris.

Yang paling diingat publik tentu ketika Boni Hargens dianggap meledek pernikahan Kiai Haji Ma’ruf Amin lewat akun twitternya pada 2016. Bukan sekadar caption ia juga mengunggah foto pernikahan itu di twitter.

Sebagai pengamat politik, Boni Hargens seperti tidak paham struktur sosial masyarakat Indonesia, tindakannya merugikan calon yang didukungnya.

Jika seseorang kerap salah unggah di medsos padahal waktu berfikirnya panjang sebelum mengunggah, bagaimana ia bisa berbicara dengan baik di depan kamera yang waktu berpikirnya pendek? [***]


Hariqo Wibawa Satria
Direktur Eksekutif Komunikonten



Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya