Berita

Kiki Syahnakri (tengah)/RMOL

Pertahanan

Kiki Syahnakri: Pembantaian Di Papua Bukan Lagi KKB, Tumpas Secara Militer!

JUMAT, 07 DESEMBER 2018 | 11:50 WIB | LAPORAN:

. Pembantaian belasan pekerja proyek Trans Papua oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua harus dijadikan sebagai titik balik untuk menjadikan TNI sebagai garda terdepan dalam penumpasan kelompok yang meresahkan itu.

Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri megatakan, kelompok Gerombolan Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (GSB-OPM) sepatutnya tidak lagi disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sabagaimana penyebutannya selama ini.

Pasalnya menurut Kiki, tujuan mereka jelas untuk memisahkan diri dari NKRI.


"Ini sudah terorganisasikan sebagai organisasi militer dan sering melakukan aksi-aksi kekerasan bersenjata, sehingga kehadirannya sudah dapat dikategorikan sebagai pemberontakan bersenjata terhadap NKRI," tegas dia dalam konferensi pers di Aula PPAD, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (7/12).

Jelas Kiki, hal inipun sudah sangat memenuhi syarat disebut sebagai kelompok kombatan yang patut ditumpas secara militer, dalam hal ini TNI. Bukan lagi Polri.

"Ini sudah lebih tinggi dari terorisme, ini sudah pemberontakan bersenjata. Kalau teroris tidak terorganisir, dipersenjatai satu dua. Ini lebih dari teroris. Jadi sudah perlu mengedepankan militer," ujarnya. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya