Berita

Konflik di Yaman/Net

Dunia

Bertemu Di Swedia, Pemerintah Yaman Dan Houthi Cari Cara Akhiri Perang

KAMIS, 06 DESEMBER 2018 | 16:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pembicaraan damai yang disponsori PBB untuk mengakhiri perang saudara di Yaman dimulai hari ini (Kamis (6/12) di Swedia.

Sebuah tim PBB akan bekerja berdampingan dengan delegasi dari pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi di kastil Johannesbergs di luar Stockholm untuk memungkinkan pembicaraan informal yang berlangsung seminggu terakhir.

Ini adalah bagian dari konsultasi yang dilanjutkan untuk pertama kalinya sejak 2016. Upaya terakhir pada perdamaian yang dinegosiasikan gagal pada bulan September lalu ketika Houthi gagal muncul di Jenewa.


Perang di Yaman sendiri diketahui telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dalam beberapa kali terakhir.

Ribuan orang tewas dalam pertempuran dan jutaan orang telah didorong ke jurang kelaparan.

Pembicaraan terbaru tidak diharapkan untuk memberikan terobosan, melainkan untuk mencegah pertempuran habis-habisan bagi pelabuhan Laut Merah Hudaydah yang dikuasai pemberontak di mana ribuan warga sipil terperangkap.

PBB juga berharap untuk datang dengan kerangka kerja untuk pembicaraan tentang bagaimana solusi politik masa depan di Yaman akan terlihat.

Para pejabat mengatakan pembicaraan itu diperkirakan akan berlangsung seminggu dan bersifat informal melalui kelompok kerja.

"Pada beberapa masalah, akan masuk akal bagi kedua belah pihak untuk duduk bersama, pada yang lain mereka akan berdiskusi dalam kelompok terpisah," kata satu sumber kepada BBC. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya