Berita

Adnan Anwar/Humas BNPT

Pertahanan

Relawan Perdamaian di Dunia Maya Harus Digerakkan Sistematis

KAMIS, 06 DESEMBER 2018 | 14:33 WIB | LAPORAN:

Di era digital yang mana segala informasi sudah sangat terbuka dan tidak ada batas tentunya menjadi suatu hal yang menggembirakan.

Namun tidak sedikit kelompok-kelompok yang memanfaatkan dunia internet ini untuk menyebarkan propaganda radikalisme, ujaran kebencian dan kabar bohong (hoax).

Peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Adnan Anwar menilai perlu adanya relawan milenial dalam menebar konten-konten perdamaian di dunia maya.


"Melihat kondisi dunia maya di negara kita yang tidak sehat pada akhir-akhir ini tentunya keberadaan relawan penebar konten perdamaian di dunia maya sangat penting sekali," kata Adnan Anwar di Jakarta. 

Lebih lanjut Adnan menjelaskan, kelompok-kelompok tersebut selama ini sangat serius dan masif dalam menggunakan internet melalui media sosial. Untuk itu harus ditandingi secara serius seperti melalui regulasi dari pemerintah, termasuk semacam relawan perdamaian di dunia maya yang digerakkan secara sistematis.

"Kenapa harus dilakukan secara sistematis? Karena apa yang dilakukan kelompok-kelompok tersebut merupakan propaganda. Jadi harus dilawan dengan strategi kontra propaganda yang tepat," kata mantan Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) ini.

Menurutnya, dalam melaksanakan penangkalan secara sistematis ini juga harus dirumuskan strateginya secara benar, lalu segmentasi berdasarkan umur, dan juga berdasarkan demografi.

"Kadang-kadang satu isu disebar oleh segmen semua kelompok tapi hasilnya sama, yakni menimbulkan kegaduhan. Jadi ini harus ada upaya perlawanan yang sistemnya sistematik," ujarnya

Lebih lanjut Anwar mengatakan, untuk menarik orang atau masyarakat supaya mau menjadi relawan perdamaian di dunia maya sebenarnya bisa melalui banyak cara. Salah satunya menggunakan struktural di level pemerintah, dengan mewajibkan PNS atau ASN-nya untuk memproduksi atau memviralkan setiap hari berita berita yang positif terhadap pemerintahan, kepemimpinan, kebijakan yang telah ditetapkan di instansinya.

"Lalu kelompok kelompok strategis, perguruan tinggi, sekolah sekolah, kelompok ormas,  anak-anak muda generasi milenial yang mungkin mereka tergabung dalam kelompok misalnya olahraga, hobi dan sebagainya, mungkin ada kelompok perempuan," tambahnya.

Selama ini Adnan juga mengamati di kalangan kelompok atau grup-grup santri yang ada di pesantren juga sering memproduksi semacam fatwa atau penjelasan fatwa tentang masalah-masalah yang populer di masyarakat, tetapi dengan pendekatan dan kajian keilmuan.

"Sudah banyak grup-grup di pesantren seperti ini, hanya mungkin mereka kalah militansi, karena begitu dianggap sudah selesai mereka tidak aktif lagi,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik dengan adanya relawan Duta Damai Dunia Maya yang sudah dibentuk Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) dalam menebar konten perdamaian di dunia maya.

Menurutnya, konten yang dibuat para duta damai dunia maya BNPT itu juga harus memiliki kemampuan atau akses terhadap sumber-sumber pengambilan kebijakan. Dengan begitu, dia bisa mendapatkan informasi yang kredibel tentang suatu masalah tertentu.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya