Berita

Putin/Net

Dunia

Putin: AS Cari Pembenaran Untuk Keluar Dari Perjanjian Senjata

RABU, 05 DESEMBER 2018 | 19:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan dipaksa untuk menanggapi jika Amerika Serikat keluar dari perjanjian pengawasan senjata Nuklir Angkatan Bersenjata Intermediate atau INF.

Diketahui bahwa Amerika Serikat awal pekan ini mengirim ultimatum selama 60 hari kepada Rusia untuk membersihkan apa yang diklaim oleh Washington merupakan pelanggaran perjanjian pengawasan senjata nuklir tahun 1987.

Amerika Serikat, melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menegaskan bahwa jika Rusia tidak melakukan hal tersebut, maka Amerika Serikat akan memulai proses penarikan selama enam bulan.


Menanggapi hal tersebut, Putin, dalam komentar di televisi, seperti dimuat Reuters (Rabu, 5/12), mengatakan bahwa Moskow menentang penghapusan perjanjian itu.

Namun, menurutnya, Amerika Serikat telah lama memutuskan untuk keluar dari perjanjian dan menyalahkan Rusia atas pelanggaran agar mereka dapat bertindak sebagai pembenaran. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya