Berita

Gus Yaqut/Net

Politik

Kirim Surat Ke Menlu, GP Ansor Desak Dubes Saudi Minta Maaf

SENIN, 03 DESEMBER 2018 | 20:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gerakan Pemuda (GP) Ansor bukan organsisasi keagamaan dan kepemudaan yang sesat. Organisasi ini berasaskan kepada Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Atas alasan itu Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas meminta Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad al Suaibi meminta maaf. Sebab, Osamah telah mengunggah kicauan di akun Twitter pribadi yang menyebut pembakar bendera tauhid adalah organisasi myang sesat dan menyimpang.

“Kami mengharapkan klarifikasi dari Yang Mulia Dutabesar Kerajaan Arab Saudi atas unggahan tersebut. Organisasi kami telah disebutkan sebagai ‘organisasi yang menyimpang secara aqidah’ dalam materi unggahan,” kata Gus Yaqut dalam surat GP Ansor kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Senin (3/12).


Gus Yaqut menjelaskan bahwa bendera yang dibakar oleh salah satu anggota Barisan Serbaguna Ansor (Banser) pada kegiatan acara Peringatan Hari Santri di Limbangan, Garut, Jawa Barat adalah bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Pemerintah juga telah menyatakan melalui beberapa media massa bahwa bendera tersebut adalah bendera HTI. HTI merupakan suatu organisasi yang menggunakan agama dan simbolnya demi politik dan kekuasaan, serta telah dilarang Pemerintah di Indonesia dan di beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” terangnya.

“Baik pelaku pembakaran tersebut, maupun pelaku yang menyelundupkan bendera yang dibakar pada acara kegiatan kami, sama-sama sudah diproses di Kepolisian. Masalah ini telah diselesaikan secara hukum menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia,” sambungnya.

Dalam surat itu, GP Ansor memohon kepada Menteri Retno untuk dapat menggunakan koresponden diplomatik yang ada.

“Guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf Osamah,” harap Gus Yaqut. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya