Berita

Mahfud MD/Net

Politik

Mahfud MD: Bukan Alumni Dan Tak Pernah Diundang

Tidak Hadir di Monas
SENIN, 03 DESEMBER 2018 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Acara reuni 212 mujahid yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, sukses dilakukan. Yang membuat kagum bukan hanya jutaan masyarakat yang hadir, tokoh-tokoh nasional juga ikut hadir.

Tapi, ada juga tokoh yang tak terlihat yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di acara tersebut. Ternyata, ada alasan tersendiri mengapa Mahfud MD enggan menghadiri acara reuni 212. Melalui akun twitternya, Mahfud men­gakui jika tidak pernah diundang dalam acara reuni tersebut. "Hahaha. Saya tidak pernah diundang," ungkap Mahfud, kemarin.

Alasan yang lebih menggelitik adalah karena Mahfud takut dianggap sebagai penyusup jika hadir di acara itu. Apalagi, selama ini Mahfud mengaku bukan alumni 212.


"Mungkin mereka tahu, itu bukan habitat saya. Mereka itu kan teman-teman saya juga, jadi mereka tahu bahwa saya bukan alumni 212. Mestinya kalau reuni, yang datang ya alumninya. Kalau bukan alumni ikutan datang, bisa dituding sebagai penyusup," ungkapnya.

Ungkapan dan penjelasan Mahfud MD sebenarnya menjawab pertanyaan dari akun @ sudraja31962047. "Hidup dan kehidupan ini gak hanya hitam putih, prof. Dan kenapa gak ikut ke 212? Apa undangan gak nyampe," ujar dia menanyakan.

Pernyataan Mahfud MD yang ogah meng­hadiri reuni 212 karena takut dianggap peny­usup dan bukan habitatnya menuai pro dan kontra di dunia maya. Ada yang setuju dengan keputusan yang diambil oleh Mahfud MD, ada juga yang memprotesnya.

@Fi_Randhi misalnya sangat mendukung apa yang diambil oleh Mahfud. Katanya, dengan menolak hadir sudah membuktikan jika sosok Mahfud seorang yang negarawanan. "Setuju prof... Moga sehat selalu," supportnya.

Pernyataan @Fi_Randhi mendapatkan du­kungan dari @rohmanganteng. Dia menjelas­kan jika orang yang tidak menghadiri acara reuni berarti yang masih waras. "Eh seorang yang punya akal pasti sependapat dengan Pak Mahfud, yang gak punya akal yang datang ke acara wiro sableng," katanya.

Menambahkan, @MatJohar1 menerang­kan jika keputusan Mahfud MD sudah tepat. Jika dilihat dari acaranya saja adalah reuni 212, sedangkan Mahfud MD bukan alumni. "Namanya saja reuni prof. Kalau bukan alumn­inya pasti takkan diundang. Yang penting kita doakan saja yang terbaik prof," tutur dia.

Bagi yang tidak setuju, semakin menegas­kan jika sosok Mahfud MD sudah mengambil keputusan mendukung calon inkumben. "Jadi tau diri Prof. Sekarang baguslah nyadar !!!" ungkap @Rahmad86996876.

Lebih tajam dalam mengkritik, @DJ_ B0urned mengomentari pernyataan Mahfud terkait habitat. Katanya, sikap Mahfud sudah berafiliasi dengan golongan cebong. "Habitat bapak kan bersama cebong," katanya ketus.

Pandangan serupa juga diungkapkan @ pokoke_ngapak yang menegaskan bahwa habibat seorang Mahfud MD memang bukan bersama rakyat. "Habitat anda kan istana ya prof."

Sementara @MSulton92395889 mengkritisi pernyataan yang tak diundang. Katanya, ng­gak mungkin juga panitia mengundang jutaan orang prof. Orang datang ya semau dia bukan karena diundang, walaupun mungkin ada juga yang diundang.

"Rakyat datang tanpa undangan resmi, ke­cuali ada orang-orang yang tidak menempat­kan dirinya sebagai rakyat, dan ingin datang dengan dengan undangan, hehehe," sindir @ HDirachmat.

Menimpali, @Pego32058511 menegaskan jika reuni tidak melulu harus datang ketika ada undangan. Kadang, banyak yang tidak diundang tapi ikut hadir. "Kan gak apa-apa juga. Banyak kok reuni sekolah ngajak anak, istri, ponakan bahkan teman yang tidak ada hubungannya dengan sekolah itu. Hehe."

Akun @nanizahriani tak mempermasalah­kan keinginan Mahfud MD untuk tak meng­hadiri acara reuni tetapi saling menghormati. "Tidak datang atau tidak diundang bukan suatu masalah prof. Yang jadi masalah jika dinyiyi­rin," tulisnya.

Sindiran lebih dalam diungkapkan @drag­onz_app. "Ternyata jadi warga biasa itu enak prof. Ngak ada beban untuk datang undangan dengan ajakan saja sudah cukup. Ngak pake baperan," katanya.

@andrygmv mengomentari kalimat peny­usup yang dilontarkan Mahfud MD. Katanya, tidak mungkin dituding penyusup pak, @ mohmahfudmd. "Mereka Insyaallah orang-orang cerdas dan tahu kredibilitas anda sebagai muslim yang lebih cerdas dan saleh insyaal­lah," tuturnya.

@yahgitudehyaa memaklumi jika Mahfud ogah datang ke acara reuni 212 karena sudah berafiliasi dengan NU dan pemerintah. "Apakah karena ada embel-embel bahwa bapak berafiliasi dengan NU? Kita semua tahu kalau NU lebih pro ke Jokowi? Jadi sekalipun diundang gak akan datang," terang dia. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya