Berita

Mahyudin (kiri)/Dok

Mahyudin: Negara Ini Rusak Karena Korupsi

MINGGU, 02 DESEMBER 2018 | 19:07 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Wakil Ketua MPR Mahyudin menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada emak-emak yang tergabung dalam Himpunan Wanita Karya (HWK) di Aula Kecamatan Balikpapan Selatan, Balikpapan, Minggu (2/12).

Dalam Sosialisasi ini Mahyudin meminta peserta untuk melihat bibit, bebet, dan bobot ketika memilih calon wakil rakyat pada Pemilu serentak tahun 2019.

"Menjelang Pemilu tahun 2019, saya mengingatkan sebelum memilih lihat calon yang mempunyai visi misi yang bagus. Lihat dulu bibit, bebet, dan bobot calon wakil rakyat," kata Mahyudin di depan sekitar 200 emak-emak HWK.


Mahyudin menyinggung soal memilih kepala daerah dan wakil rakyat berkaitan dengan salah satu tantangan internal yang dihadapi Indonesia. Tantangan internal itu adalah kurangnya keteladanan sikap dan perilaku sebagian tokoh bangsa.

Kurangnya keteladanan itu tercermin dalam perilaku korupsi. Banyak pemimpin bangsa kita yang ditangkap karena korupsi. Mahyudin menyebutkan Ketua DPR, Ketua DPD, banyak kepala daerah, anggota DPR, dan DPRD terkena kasus korupsi. "Negara ini rusak karena korupsi," ujarnya.

Karena itu Mahyudin meminta peserta untuk memilih wakil rakyat yang tidak melakukan politik uang atau money politic. Sebab, politik uang itulah penyebab terjadinya korupsi. Mahyudin menyebutkan ketika calon kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) dan calon wakil rakyat melakukan money politics maka ada dua akibatnya.

Pertama, calon yang melakukan money politic ketika kampanye maka jika terpilih dia akan mengembalikan uang yang telah dikeluarkan saat kampanye itu.

Kedua, calon yang melakukan money politic maka dia tidak memiliki integritas. "Ketika ingin dipilih dia menyogok rakyatnya maka jika terpilih dia akan mudah disogok," tuturnya.

"Dia tidak punya integritas membangun bangsa ini lebih baik. Dia hanya punya ego untuk kepentingan terpilih," imbuh Mahyudin.

Menurut Mahyudin, money politic ini membuat beceknya lapangan demokrasi di Indonesia. "Akibatnya mereka yang memiliki uang bisa terpilih. Maka kapitalisasi terjadi dalam kebijakan. Ini terjadi di pusat dan daerah," jelasnya.

"Demokrasi kita seharusnya mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat. Tapi, jujur, dalam pandangan saya, bangsa kita tidak siap 100 persen melaksanakan demokrasi pemilihan secara langsung," tambahnya.

Dia melanjutkan demokrasi langsung efektif di negara-negara maju yang pendapatan per kapita di atas 11 ribu dolar AS. Sedangkan pendapatan per kapita Indonesia baru 3.500 dolar AS.

Sosialisasi Empat Pilar ini menghadirkan narasumber Popong Otje Djundjunan (Fraksi Partai Golkar), dan dihadiri Ketua HWK Ida Prihastuti dan Camat Balikpapan Selatan. [jto]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya