Berita

Archandra Tahar dan Mas'ud Khamid/Humas Pertamina

Bisnis

314 Paket Perdana Konverter Kit Diserahkan Pada Nelayan Kecil Di Padang Pariaman

MINGGU, 02 DESEMBER 2018 | 15:31 WIB

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I mendistribusikan 314 paket konversi kepada nelayan kecil di Padang Pariaman.

Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar bersama Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid secara simbolos menyerahkan paket perdana konverter kit kepada nelayan kecil yang berdomisili di Kecamatan Sungai Limau pada Jumat (30/11) lalu bertempat di PPI Pasir Baru Kabupaten Padang Pariaman.

Turut hadir anggota Komisi VI DPR, Mulyadi; Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso; Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abid; Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur dan SKPD setempat.


Paket perdana yang diberikan terdiri atas satu unit mesin/motor penggerak, satu unit konverter kit dan aksesori pendukungnya, dua buah tabung LPG 3 kg beserta isinya, satu unit as panjang, baling-baling berikut aksesorisnya.

Konversi BBM ke LPG membuat nelayan lebih hemat dalam hal operasional.

Sebelumnya dengan menggunakan bensin, nelayan merogoh kocek sekitar Rp 135.450 dengan asumsi penggunaan kapal selama 10 jam atau setara dengan 21 liter (Rp 6.450/liter). Namun, setelah konversi menggunakan LPG, nelayan hanya memerlukan Rp 64 ribu atau lebih hemat 50 persen.

"Paket perdana yang telah diberikan, semoga bisa bermanfaat bagi warga nelayan dan bisa mengurangi beban operasionalnya. Pemerintah juga berterima kasih kepada Pertamina yang telah membantu merealisasikan program konversi ini." ujar Archandra.

Pendistribusian paket perdana di wilayah Pertamina Marketing Operation Region I  direncanakan sebanyak 3.238 paket, dan untuk wilayah Sumatera Barat sendiri mendapatkan pendistribusian sebanyak 899 paket.

Per 25 November 2018 di wilayah MOR I sudah terealisasi pendistribusian sebanyak 2.834 paket perdana dan di ditargetkan selesai pendistribusian pada akhir bulan November 2018.

Sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0116.K/10/DJM.I/2018 bahwa terdapat beberapa kriteria penerima paket perdana Konverter Kit, antara lain yaitu nelayan pemilik kapal lebih kecil atau sama dengan 5 GT, kapal yang dimiliki berbahan bakar bensin, dan kapal yang digunakan memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP (Horse Power).

Selain itu, nelayan harus menggunakan jenis alat tangkap yang ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, dan memiliki identitas yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan/atau surat keterangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat apabila belum memiliki kartu identitas yang dimaksud.

Pasokan LPG 3 kg tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan.

Pertamina bermitra dengan 19 agen di Kabupaten Padang Pariaman dan 724 pangkalan yang menyediakan LPG 3 kg untuk masyarakat.

Secara khusus ada 19 pangkalan yang melayani kebutuhan nelayan di Kecamatan Sungai Limau. Pertamina juga sangat menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan LPG 3 kg sesuai haknya, dan bagi mereka yang mampu diharapkan untuk segera beralih ke Bright Gas. [dob]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya