Berita

Foto: Joko Intarto

Politik

Begadang Di Monas Jelang Reuni 212

SABTU, 01 DESEMBER 2018 | 07:14 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

SUASANA Monas tidak seseram yang diberitakan di media sosial. Malam tadi saya lihat sendiri. Tidak ada suasana yang mencekam. Atau menakutkan. Semuanya fine-fine saja.

Saya bertemu beberapa turis asing yang kesasar tidak menemukan jalan menuju Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat. Setelah muter-muter monumen. Menumpang kereta wisata yang mirip "odong-odong’" itu.

Sejak memasuki Komplek Monas dari Tugu Tani, memang sudah terlihat banyak petugas keamanan. Tapi itu pemandangan biasa. Setiap Jumat, Sabtu dan Minggu malam, jumlah petugas sepertinya lebih banyak daripada biasanya. Mungkin karena pengunjung meningkat. Maklum, malam libur.


Saya melanjutkan perjalanan. Naik sepeda motor. Ingin melihat bagaimana suasana pembangunan panggung utama.  

Ternyata harus masuk lewat pintu Jalan Medan Merdeka Barat. Di depan Istana Merdeka. Di situlah jalur khusus untuk loading peralatan tenda, sound system, lighting, meja, kursi sampai peralatan elektronika lainnya.

Ada delapan petugas keamanan berjaga di pintu. Dengan memakai "password" khusus, saya pun masuk ke dalam kompleks Taman Monas. Tidak ada kesulitan sama sekali. Bahkan dengan "password" tadi, seorang petugas kepolisian menunjukkan arahnya dengan detail.

Di dalam taman ternyata ada lebih banyak lagi petugas keamanan. Berkumpul di beberapa sudut. Sepertinya, petugas keamanan Taman Monas. Terlihat dari seragamnya. Kami pun saling bertegur sapa.

Tiga panggung raksasa sedang dibangun. Dua sudah berdiri. Yang di tengah: panggung utama. Ukurannya lebih besar dibandingkan dengan dua panggung di kiri dan kanannya. Ketiga-tiganya menghadap ke Monas. Membelakangi Istana Negara. Dari tiga panggung itulah, acara Reuni Alumni 212 dilaksanakan.

Di belakang wing kanan ada delapan atau 10 tenda sarnafil. Ukuran 4 meter x 4 meter. "Ini buat media center," kata seorang petugas keamanan sembari menyodorkan sebotol air minum.

Di depan panggung utama, berbatasan dengan pagar tugu Monas, ada dua tenda sarnafil lagi. Rupanya untuk FOH sound system dan multimedia screen. Tapi baru berdiri tendanya saja. Perangkat multimedia dan sound system masih menumpuk di dalam kotak. Baru diturunkan dari truk.

"Kami baru akan setting Sabtu pagi," jelas seorang teknisi multimedia.

Saya melanjutkan keliling lagi. Kembali ke belakang panggung utama. Di samping pos polisi. Pos permanen yang dibangun di dalam taman. Di depan pos ada sebuah truk bak terbuka. Di bak itu dipasang tenda seperti tenda pesta.

Saya belum tahu, apakah tenda itu akan digunakan untuk dalam acara. Mungkin ada orang istimewa, yang akan menggunakan tenda itu? Siapa? Entahlah. Saya tidak berusaha mencari tahu.

Lelah muter-muter, saya akhirnya duduk di jogging track di belakang wing kanan. Di samping tenda media center.

Sambil duduk, saya merenung. Di media sosial, acara Reuni Alumni 212 itu digambarkan sungguh menakutkan. Mengapa setelah tiba di lokasi, kok biasa-biasa saja?

Saya bukan baru sekali ini merasakan suasana mempersiapkan acara besar. Dulu, saya punya usaha event organizer. Berkali-kali menyelenggarakan festival hingga music show di berbagai kota. Di Monas, saya seperti merasakan lagi pengalaman masa lalu.

Menurut feeling saya, acara Reuni 212 akan berjalan dengan lancar. Lagi pula, apa sih yang ditakutkan? Namanya saja reuni. Kumpul-kumpul. Temu kangen. Kalau di reuni alumni kampus saya, yang heboh paling hanya acara selfie.

Dari bawah pohon saga di samping media center, saya ucapkan selamat berreuni. [***]
Penulis adalah praktisi media dan budayawan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya