Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Pesawat Di Langit Warna Kuning Di MCC

JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 | 05:16 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SAYA mencermati satu layar ke layar lain. Yang banyak ditempelkan di dinding. Di salah satu layar terlihat satu kotak kecil, warna kuning. Hanya satu kotak itu yang harus diwaspadai. Puluhan kotak lainnya normal.

Itulah layar-layar monitor. Untuk mengetahui banyak hal, apakah ada masalah di pesawat. Yang lagi terbang di langit.

Semua terhubung dengan monitor itu. Di Maintainance Control Centre (MCC) itu. Setiap terjadi ketidaknormalan, petugas MCC tahu, pesawat apa yang lagi bermasalah. Di mana masalahnya. Lalu, apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus dipersiapkan.


Itulah salah satu ruang penting di Garuda Maintainance Facility. Yang berlokasi di dekat landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta.

Saya diajak ke GMF minggu lalu. Sebelum terbang ke Palembang – lalu ke Malaysia. Itulah anak perusahaan Garuda yang paling moncer. Manajemennya bagus. Banyak perusahaan penerbangan asing percaya padanya.

Kinerja keuangannya juga istimewa: laba besar. Setelah lama dipisah dari Garuda. Menjadi anak perusahaan saja. Tujuannya, agar tidak ketularan penyakit di Garuda. Yang sensitif atas naik-turunnya harga bahan bakar. Atau naik-turunnya rupiah.

Tahun lalu GMF go public. Terbilang sukses. Apalagi kalau pembeli saham tutup mata, tidak mengaitkannya dengan kinerja buruk keuangan Garuda.

Saat ke GMF itu saya disambut direktur utamanya, Ir Iwan Joeniarto MM. Alumni Teknik Industri ITS Surabaya. Dipaparkanlah kinerja GMF. Dari tahun ke tahun. Membuat saya ikut bangga.

Di saat peninjauan itu saya melihat dua pesawat besar KLM. Milik perusahaan penerbangan kebanggaan Belanda. Yang sudah dibeli Air France.

“Wow. KLM pun sudah percaya kepada GMF,” puji saya.

Saya pun diajak naik ke Boeing 747 itu. Pekerja GMF lagi sibuk. Saya ingat, sering naik KLM. Dulu. Kalau ke Eropa. Sebelum ada Emirates. Atau Qatar Airways.

Saya juga melihat bagian perawatan mesin. Termasuk mesin-mesin Boeing 737. Yang populasinya sangat besar di Asia Tenggara.

Ada ruang kedap suara. Yang begitu kedapnya. Suara mesin jet 737 pun bisa ditahannya. Mesin yang lagi dites. Pun dalam kecepatan tertingginya.

Begitu banyak penghargaan yang diterima GMF. Menandakan kepercayaan yang tinggi. Korea pun sudah pula memulai, mempercayakan pemeliharaan pesawatnya pada GMF. Total sudah lebih 15 negara yang menjadi pelanggan GMF.

Mengapa perusahaan pemelihara pesawat sampai menyediakan ruang monitor? Untuk pesawat yang lagi terbang?

Itulah komitmen GMF. Kepada pelanggannya. Agar pesawat yang lagi terbang pun sudah diketahui masalahnya. Agar yang di darat segera tahu apa yang harus diperbuat.

Misalnya, menyiapkan sparepart-nya. Atau tenaga teknisnya. Begitu pesawat mendarat bisa langsung dikerjakan. Menghemat waktu. Yang kotak warna kuning tadi pertanda ada masalah apa?

Hanya dengan melihat layar itu saya tidak tahu. Nama perusahaan penerbangannya, jenis pesawatnya, istilah kerusakannya, semua diganti kode. Hanya para operator di MCC yang tahu: yang warna kuning tadi itu pesawat apa, milik siapa dan bagian mana yang lagi bermasalah.

Saya tidak ingin tahu itu. Saya memahami kalau rahasia itu bagian dari komitmen GMF. Tapi saya ingin tahu: warna kuning tadi pertanda ada masalah apa.

“Itu gangguan di bagian toiletnya,” ujar petugas di ruang itu.

“Mungkin flushingnya yang buntu,” tambahnya.

Bayangkan, toilet buntu saja bisa diketahui dari darat. Apalagi gangguan yang lebih berat. Seperti yang dialami Lion JT 610 itu. Yang begitu dramatiknya itu. Yang begitu lama itu.

“Jadi,” kata saya memulai pertanyaan, “gangguan di Lion itu bisa diketahui di sini”?

“Kami tidak tahu. Lion bukan pelanggan kami, ” katanya. [***]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya