Berita

Foto: Humas Pertamina

Bisnis

Pertamina Energi Forum Optimalkan Sumber Energi Lokal

KAMIS, 29 NOVEMBER 2018 | 09:54 WIB | LAPORAN:

Pertamina Energy Forum (PEF) 2018 bertajuk “Unleashing Domestic Resources for Energy Security” telah resmi dibuka, Rabu (28/11).

Acara ini menjadi wadah para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai upaya Pemerintah dan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

PEF 2018 kali ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian acara dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Pertamina pada Desember mendatang. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 orang baik dari pengambil kebijakan di bidang energi, perwakilan pejabat pemerintah dan pengamat serta ahli energi.


"Dengan tema tersebut, kami ingin mengajak seluruh pihak untuk menilik kembali kekayaan yang sudah tersedia di alam Indonesia, dan bertukar pikiran untuk mengoptimalkannya menjadi sumber energi, demi mencapai cita-cita ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati saat pembukaan PEF 2018 di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (28/11).

Melalui PEF 2018, papar Nicke, Pertamina juga ingin memperkaya khasanah keilmuan di bidang energi dari pelaku industri yang memiliki pengetahuan, keahlian dan teknologi dalam subjek tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum membuka peluang kerjasama dengan para pelaku industri, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya untuk dapat mengakselerasi kemampuan Pertamina. Selain itu, untuk memberikan kebijakan energi masa depan, pengembangan sumber energi dan sarana penunjangnya, serta peluang investasi dalam kerangka ketahanan energi nasional.

Indonesia diperkirakan akan semakin tumbuh dan tercatat populasinya naik sekitar 1,24 persen per tahun.

Perekonomian juga diprediksi tumbuh 5,2 sampai 5,3 persen pada tahun 2019 mendatang. Seiring dengan meningkatnya hal tersebut, Pertamina memperkirakan permintaan energi juga terus meningkat.

Permintaan energi dari sektor kelistrikan diproyeksikan meningkat 8,15 persen per tahun hingga 2030. Sementara pertumbuhan permintaan energi dari sektor transportasi diproyeksikan sekitar 3,43 persen per tahun.
 
Tak hanya itu, pemerintah Indonesia memiliki rencana yang sangat agresif dalam membangun infrastruktur dari tahun 2015 hingga 2019, mencakup pembangunan jalan baru sepanjang 2.600 kilometer (km), jalan tol sepanjang 1.000 km, 15 lapangan udara, 24 pelabuhan serta rel kereta api baru sepanjang 3.258 km.

"Seluruh pembangunan ini nantinya akan mendorong mobilisasi orang dan barang secara masif, yang pada akhirnya peningkatan kebutuhan energi di masa mendatang.," terangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Pertamina telah memiliki rencana pengembangan bisnis ke depan dalam rangka mengoptimalkan kekayaan alam Indonesia.

"Misalnya terkait biofuel, saat ini kami tengah menjajaki studi pembangunan green refinery di Indonesia, yaitu kilang yang khusus mengolah vegetasi seperti sawit, tebu dan lainnya menjadi biofuel," bebernya.

Untuk mendukung program pemerintah menurunkan defisit transaksi berjalan, lanjut Nicke, Pertamina berencana memproduksi B20, pengurangan impor BBM dan gas elpiji.

"Kalau kita bisa kurangi impor 225 ribu barrel itu akan sangat membantu program pemerintah tersebut. Sementara untuk B20 kita akan mulai kembangkan proyek green energy di Dumai dan Plaju,” jelas Nicke lagi.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan peran Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas terbesar di Indonesia diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar bakar diesel 20 persen (B20).

"Pertamina sebagai batu penjuru, pemimpin dalam mengembangkan B20," katanya saat membuka PEF 2018.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Hari Sampurno mengharapkan forum ini bisa menjadi ajang tukar pikiran baik dari mitra maupun pelaku usaha.

"Terkait B20 Pertamina sudah siap dan ingin mempercepat itu dengan tetap mempertahankan kualitas,” imbuhnya. [dob]


 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya