Berita

Prof He/Net

Dunia

Profesor China Angkat Bicara Soal Klaim Eksperimen Penyuntingan Gen Bayi

KAMIS, 29 NOVEMBER 2018 | 05:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang ilmuwan China yang mengklaim telah berhasil menciptakan bayi-bayi pertama yang disunting secara genetik di dunia, membela apa yang telah dilakukannya.

Berbicara di KTT genom di Hong Kong pada Rabu (28/11), ilmuwan bernama Profesor He Jiankui itu mengatakan bahwa dia bangga dengan eksperimennya yang mengubah gen gadis kembar sehingga mereka tidak bisa tertular HIV.

Pekerjaannya, yang dia umumkan awal pekan ini, belum diverifikasi. Namun banyak llmuwan mengecam pengumumannya.


Pasalnya, pengeditan gen seperti itu merupakan hal yang dilarang di sebagian besar negara, termasuk China.

Untuk diketahui, awal pekan ini Profesor He mengumkan bahwa dia telah berhasil mengubah DNA embrio dari anak perempuan kembar untuk mencegah mereka tertular HIV.

Menyusul pengumumannya itu, kemarin (Rabu, 28/11), dia angkat bicara di Human Genome Editing Summit di Universitas Hong Kong untuk pertama kalinya tentang pekerjaannya itu.

Dia mengungkapkan bahwa gadis kembar yang diberi nama Lulu dan Nana lahir dengan kondisi normal dan sehat. Dia memiliki rencana untuk memantau si kembar tersebut selama 18 tahun ke depan.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sebelum melakukan eksperimen, ada delapan pasangan yang terdiri dari ayah dengan HIV-positif dan ibu dengan HIV-negatif yang telah mendaftar secara sukarela untuk percobaan tersebut. Dari delapan pasangan yang mendaftar, satu pasangan kemudian memilih keluar.

Prof He juga mengatakan bahwa penelitiannya itu telah diserahkan ke jurnal ilmiah untuk ditinjau. Namun dia tidak menyebutkan nama jurnal tersebut.

Dia kemudian meminta maaf bahwa penelitiannya bocor secara tidak terduga.

"Uji klinis dihentikan sementara karena situasi saat ini," sambungnya seperti dimuat BBC.

Sementara itu, pihak universitas dimana Profesor He bernanung, yakni Universitas Sains dan Teknologi Selatan di Shenzhen, mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui proyek penelitian tersebut dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak universitas juga mengatakan bahwa He telah cuti tanpa tanggungan sejak Februari lalu.

Menanggapi hal tersebut, He mengklaim bahwa memang penelitiannya dilakukan secara independen tanpa melibatkan pihak kampus. Dia juga mengklaim bahwa dia telah mendanai eksperimen itu sendiri. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya