Berita

Konferensi pers soal pembunuhan Naveed Jatt/CNA

Dunia

Pasukan India Bunuh Komandan Top Militan Di Khasmir

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 19:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasukan pemerintah India di wilayah Khasmir yang dikelola oleh India mengklaim telah membunuh seorang komandan penting kelompok militan Lashkar-e-Toiba (LeT) yang berbasis di Pakistan pada hari ini (Rabu (28/11). Dia adalah Naveed Jatt, warga negara Pakistan.
 .
Pembunuhan terjadi di tengah aksi baku tembak sengit yang memicu bentrokan.

LeT sendiri merupakan kelompok terlarang India yang dinyatakan bersalah melakukan serangan teror 2008 di Mumbai. Kelompok itu adalah salah satu dari beberapa kelompok yang memerangi tentara India selama beberapa dekade.


Kelompok tersebut mencari kemerdekaan bagi Kashmir atau merger dengan Pakistan.

Warga Pakistan Naveed Jatt, pria yang tewas Rabu, melarikan diri secara dramatis pada Februari dari sebuah rumah sakit di Srinagar, tempat ia dibawa dari penjara untuk pemeriksaan dua tahun setelah penangkapannya.

Jatt dan militan lainnya tewas setelah mereka terperangkap oleh tentara, pasukan paramiliter dan unit kontra-polisi yang mengelilingi desa Chattergam di lembah Kashmir pusat.

"Naveed Jatt adalah salah satu dari dua militan yang tewas," kata perwira polisi, Munir Ahmad Khan seperti dimuat Channel News Asia.

Dalam bentrokan hari ini, tiga tentara terluka dalam pertempuran senjata.

Untuk diketahui, kekerasan di Kashmir telah menyebabkan puluhan ribu orang tewas. Tahun ini telah menjadi yang paling berdarah dalam hampir satu dekade dengan setidaknya 530 orang tewas sejauh ini, termasuk 145 warga sipil dan hampir 400 pejuang.

Kashmir sendiri telah terbagi antara India dan Pakistan sejak pemekaran setelah kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya