Berita

Ilustrasi/Net

Global

Emisi CO2 Meningkat Untuk Pertama Kalinya Dalam Empat Tahun

RABU, 28 NOVEMBER 2018 | 10:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Upaya-upaya global untuk mengatasi perubahan iklim ibarat jauh panggang dari api. Bagaimana tidak, laporan terbaru mengenai rincian kenaikan emisi CO2 menujukkan kenaikan untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

Laporan kesenjangan emisi tersebut menyebutkan, pertumbuhan ekonomi bertanggung jawab untuk peningkatan CO2 pada tahun 2017. Di sisi lain, upaya nasional untuk mengurangi karbon telah tersendat.

Untuk memenuhi tujuan dari pakta iklim Paris, penelitian ini mengatakan penting bahwa emisi global mencapai puncaknya pada tahun 2020.


Laporan itu muncul beberapa hari sebelum konferensi iklim PBB dimulai di Polandia dari 2-14 Desember.

Selama sembilan tahun terakhir, Lingkungan PBB telah menghasilkan penilaian terhadap studi ilmiah terbaru tentang emisi gas rumah kaca saat ini dan masa depan.

Laporan Ini menyoroti perbedaan antara tingkat emisi gas rumah kaca yang dapat dipertahankan dunia untuk menjaga suhu dalam batas aman, dengan tingkat yang mungkin didasarkan pada janji dan tindakan yang diambil oleh negara.

Antara tahun 2014 dan 2016, emisi global CO2 dari industri dan produksi energi pada dasarnya stabil sementara ekonomi global tumbuh sederhana. Tetapi pada tahun 2017, emisi ini naik 1,2 persen, didorong oleh PDB yang lebih tinggi.

Menurut PBB, untuk menjaga dunia di bawah target itu, emisi gas rumah kaca global pada 2030 akan menjadi 55 persen lebih rendah daripada saat ini.

"Masih ada kesenjangan besar antara kata-kata dan perbuatan, antara target yang disepakati oleh pemerintah di seluruh dunia untuk menstabilkan iklim kita dan langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan ini," kata Dr Gunnar Luderer, dari Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim dan salah satu penulis dari penelitian tersebut,seperti dimuat BBC.

Para ilmuwan mengatakan bahwa untuk mengatasi kesenjangan tersebut, negara-negara harus menaikkan ambisi mereka lima kali lipat untuk memenuhi tujuan 1.5 C. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya