Berita

Jack Ma/net

Dunia

Jack Ma Anggota Partai Komunis

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 | 21:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pendiri raksasa e-commerce Alibaba, Jack Ma, merupakan anggota dari partai komunis yang berkuasa di China.

Begitu kabar yang dihembuskan surat kabar resmi Partai Komunis China, People’s Daily, dan dimuat ulang oleh Reuters (Selasa, 27/11).

Kabar tersebut meruntuhkan anggapan umum bahwa salah satu orang terkaya di dunia versi Forbes itu tidak terikat secara politik.


Surat kabar itu menyebut Jack Ma masuk dalam daftar 100 orang yang telah membantu mendorong proses reformasi dan keterbukaan negara.
Merujuk data Forbes, Jack Ma merupakan orang terkaya di China dengan kekayaan pribadi senilai 35,8 miliar dolar AS. Alibaba yang didirikannya bernilai sekitar 400 miliar dolar AS.

Suirat kabar itu tidak menjelaskan lebih lanjut soal kapan Jack Ma bergabung dengan Partai Komunis. Selain itu, tidak diketahui dengan pasti mengapa surat kabar itu memilih untuk membuka afiliasi politik Jack Ma kepada publik.

Yang jelas, kabar tersebut muncul di tengah desakan Beijing untuk membawa perusahaan swasta negara lebih sejalan dengan nilai-nilai Partai Komunis, terutama di sektor teknologi yang telah berkembang pesat.

Pihak Alibaba sendiri menolak berkomentar mengenai afiliasi politik Jack Ma. Tetapi, Alibaba menegaskan bahwa hubungan politik tidak mempengaruhi operasi perusahaan.

"Afiliasi politik dari eksekutif manapun tidak mempengaruhi proses pengambilan keputusan bisnis perusahaan," kata juru bicara Alibaba melalui email kepada Reuters.

Alibaba menegaskan bahwa perusahaannya mengikuti semua UU dan peraturan di mana saja mereka beroperasi, saat memenuhi misi untuk mempermudah orang-orang berbisnis di mana saja di era digital. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya