Berita

George Soros/Net

Dunia

Disinggung Erdogan, Yayasan George Soros Di Turki Segera Tutup

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 | 06:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Yayasan filantropis George Soros akan mengakhiri operasinya di Turki.

Open Society Foundation milik Soros dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa yayasan berhenti beroperasi karena situasi yang tidak memungkinkan di Turki untuk melanjutkan operasi.

Langkah itu muncul setelah Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, Soros berusaha untuk membagi dan menghancurkan negara-negara.


Erdogan mengaitkannya dengan protes anti-pemerintah di Gezi Park di Istanbul pada 2013.

Dalam pidato pekan lalu, Erdogan menyoroti penangkapan baru-baru ini 13 orang sehubungan dengan protes Gezi.

Mereka dituduh mendukung aktivis Osman Kavala yang dipenjarakan dalam upaya menggulingkan pemerintah melalui protes massal.

"Orang yang membiayai teroris selama insiden Gezi, sudah dipenjara," kata Erdogan pada pertemuan pejabat pemerintah setempat.

"Dan siapa di belakangnya? Soros Yahudi Hongaria yang terkenal. Ini adalah orang yang menugaskan orang untuk membagi bangsa dan menghancurkan mereka. Dia memiliki begitu banyak uang dan dia membelanjakannya dengan cara ini," sambungnya.

Selang sekitar sepekan kemudian, Open Society Foundation mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa yayasan akan mengajukan permohonan likuidasi hukum dan penutupan operasinya di Turki sesegera mungkin.

Pihak yayasan dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa penyelidikan baru mencoba menghubungkannya dengan protes Gezi.

"Upaya ini tidak baru dan mereka berada di luar realitas," tambahnya seperti dimuat BBC.

Yayasan itu bersikeras bahwa mereka telah bekerja di Turki sesuai dengan hukum negara tersebut. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya