Berita

Djoko Setiadi/Net

Pertahanan

BSSN Deteksi Serangan Siber Jelang Pemilu

MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 | 17:51 WIB | LAPORAN:

Badan dan Sandi Negara (BSSN), Djoko  Setiadi mengingatkan serangan siber menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 sudah mulai terdeteksi.  

Lembaga pemerintah bertugas mengonsolidasikan semua  unsur yang terkait dengan keamanan siber ini mengajak  semua pihak berkontribusi untuk pencegahan dan penanggulangan ancaman dan serangan siber.

"Jenis ancaman yang sudah terdeteksi itu sangat teknis,  yang pasti ancaman sudah mulai banyak bertaburan,  berdatangan," ujar Kepala BSSN, Djoko Setiadi dalam konferensi pers di  Alam  Sutera, Tangerang,  Sabtu  (24/11).


"Kita harapkan dengan kesadaran seluruh bangsa ini kita  bersama-sama menciptakan situasi yang aman. Kalau kita  melarang itu juga kan ada aturannya, jadi mari kita sharing  hal-hal yang baik  saja," imbuhnya.   

Direktur Deteksi Ancaman BSSN, Sulistyo menjelaskan, ancaman serangan siber menjelang Pemilihan Umum 2019 datang dari dalam dan luar negeri. Salah satu yang paling  berbahaya adalah upaya menargetkan institusi penyelenggara seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Yang utama itu hack, leak, and amplify. Yang pertama  itu melakukan proses hacking. Banyak cara teknik  yang  digunakan untuk ganggu infrastruktur siber Pemilu.  Misalnya sistem IT-nya diganggu, lalu ada serangan DDOS," ujar pejabat di lingkungan  BSSN  tersebut.

Kemudian leak, yaitu berkaitan dengan pembocoran informasi. Ini biasanya micro targeting, misalnya data peserta (konstituen Pemilu).  

"Ada informasi pribadi yang sifatnya private dicuri dan diambil," kata  Sulistyo.

Salah satu serangan siber yang pernah mencuat adalah peretasan menggunakan Distributed Denial of Service, atau populer dikenal dengan DDoS, yang pernah  melumpuhkan  situs KPU. Teknik serangan ini membanjiri situs dengan  permintaan tinggi pada saat bersamaan, sehingga  mengakibatkan server menjadi down.  

Selain berkoordinasi dengan KPU RI terkait pengamanan  Pemilu, BSSN juga telah menggandeng penyelenggara internet dan platform media sosial seperti Facebook  dan Twitter. [wid]

 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya