Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Pemberhalaan Demokrasi

MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 | 07:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MEMANG benar bahwa istilah demokrasi berakar pada peradaban Yunani kuno. Namun keliru apabila memberhalakan demokrasi masyarakat Yunani kuno sebagai suri teladan sistem kepemerintahan terbaik di planet bumi ini.

Demokrasi

Demokrasi pada masyarakat Yunani kuno pada hakikatnya bukan benar-benar demokratis sebab hanya dinikmati oleh kelompok penguasa elit sambil mendiskriminir kaum perempuan mau pun kaum budak. Kaum perempuan , budak bahkan rakyat jelata pada masyarakat Athena pada masa Sokrates sama sekali tidak memiliki hak politis apa pun sebab harus tunduk sepenuhnya kepada kaum penguasa elit yang  mutlak didominir oleh kaum lelaki  belaka.


Mayoritas

Keputusan politik yang ditentukan oleh mayoritas penguasa juga membuktikan bahwa demokrasi sama sekali tidak menjamin makna kebenaran seperti terbukti pada keputusan vonis yang diambil oleh mayoritas anggota dewan perwakilan warga Athena untuk menghukum mati Sokrates hanya akibat Sokrates tidak setuju terhadap kebijakan pemerintah.

Gara-gara Sokrates tidak setuju kebijakan penguasa maka secara demokratis mayoritas anggota parlemen memaksa sang mahapemikir merangkap mahaguru Plato itu minum racun mematikan, contoh bahwa pemimpin yang dipilih secara demokratis tidak terjamin mutu kepemimpinannya juga terbukti pada kasus Adolf Hitler, Musolini, Aung San Syuki yang terpilih untuk memimpin negara, bangsa dan rakyat masing-masing berdasar kehendak mayoritas rakyat melalui pemilu secara demokratis.
 
Plato

Akibat prihatin Sokrates menjadi korban praktek demokrasi secara keliru, maka tidak kurang dari seorang murid Sokrates yang bernama Plato tidak ragu mengkritik bahkan menghujat demokrasi sebagai suatu sistem politik kekuasaan yang keliru. Plato berupaya menyadarkan masyarakat agar jangan memberhalakan demokrasi sebagai sistem manajemen kekuasaan yang terbaik di planet bumi ini.

Fakta  bahwa Kuba, Monako, Lichtenstein, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Kuwait, Brunei Darusalam, Singapura berhasil menyejahterakan rakyat merupakan bukti bahwa kepemimpinan negara, bangsa dan rakyat secara tidak demokratis dapat diwujudkan dan ditatalaksanakan secara positif dan konstruktif bagi kesejahteraan rakyat sesuai cita-cita masyarakat adil dan makmur dalam negara gemah ripah loh jinawi , tata tenteram kerta raharja.

Sistem kenegaraan apa pun potensial berfungsi dan berdayaguna positif dan konstuktif bagi kesejahteraan rakyat asal diwujudkan dengan ketulusan niat berbakti bagi kesejahteraan rakyat sesuai sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh (bukan sebagian) rakyat.

Jika niatnya baik maka hasilnya juga baik namun jika niatnya buruk maka hasilnya juga buruk. [***]

Penulis adalah  pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya