Berita

Dahlan Iskan

Wardah Ibni Putri

MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 | 05:01 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

"TERBAIK pak Dahlan," ujar Bu Nurhayati saat kirim pesan pendek melalui whatsapp ke saya.

Saya sendiri belum buka disway sepagi itu.

"Yang lebih kreatif itu yang kuliah di elektro. Yang lebih disiplin itu yang kuliah di kimia," kata pemilik perusahaan kosmetik Wardah itu.


Saya termakan logika. Yang diucapkan pertama ternyata tidak harus yang sulung. Maka menjadi tidak relevan lagi mempertanyakan ini: hubungan jurusan dengan kreativitas.

Lalu kenapa anak laki Bu Nurhayati yang kuliah di kimia ITB itu lebih disiplin? Sehingga manajemennya lebih baik?

"Dia seperti bapaknya," kata Bu Nurhayati. "Suami saya orangnya seperti itu," tambahnya.

Lalu kenapa yang kuliah di elektro ITB itu dinilai lebih kreatif? Lalu lebih berhasil? Dan ketika diserahi tanggungjawab bidang marketing Wardah di Indonesia barat lebih berhasil?

"Ia seperti ibunya," kata Bu Nurhayati. Saya pun ikut tersenyum.

Ada koreksi lainnya: ternyata merk Putri  masih dipertahankan. Bukan diganti Wardah.

Ini juga agak tidak biasa. Untuk apa mempertahankan merk Putri? Yang setelah ada Wardah seperti tidak berarti?

"Karena belum ada yang ngurus saja pak," katanya.

"Kalau sudah ditemukan SDM yang tepat akan bisa besar," kata Bu Nurhayati.

Wow!

Biasanya pengusaha memang tidak sepenuhnya rasional. Suka mempertahankan merk lama sebagai kenangan. Atau jimat. Atau romantisme: sekecil apa pun Putri. Tidak akan ada Wardah kalau tidak dimulai dari Putri.

Tapi Putri ternyata masih tetap akan jadi andalan. Akan dikembangkan lagi.

Itulah kreasi pertama Bu Nurhayati. Yang hanya dimaksudkan untuk memasok salon-salon kecantikan. Seperti Wella. Tempat pertamanya bekerja dulu.

Lalu Putri sempat agak berkembang. Setelah memproduksi obat keriting rambut. Dan creambath. Yang hanya dipasarkan ke salon.

Tapi bisa juga 'kasus mempertahankan Putri' seperti itu dimaksudkan sebagai payung cadangan. Kalau ada apa-apa dengan Wardah. Masih ada Putri.
Tapi yang seperti itu biasanya hanya baik kalau Putri berada di perseroan terbatas (PT) yang terpisah."Apakah seperti itu?" tanya saya.

Ternyata juga tidak. "PT nya masih jadi satu dengan Wardah," jawab Bu Nurhayati.

Pantas Putri seperti anak tiri. Kata saya dalam hati. Saya pun yakin ini: kalau suatu saat Putri ikut maju pastilah saat itu sudah menjadi satu PT tersendiri. Punya direksi sendiri.

Saya senang Bu Nurhayati kirim pesan yang lain lagi. Masih punya mimpi berikutnya: menciptakan 1.000 pengusaha baru. Melalui Wardah. Segera. Dalam lima tahun ke depan.

Lalu ada perkembangan baru. Lahirnya UU halal.
Wardah akan diuntungkan lagi. Dengan lahirnya UU itu. Akan banyak kosmetik asing yang datang ke Wardah. Untuk memproduksikan bahan kosmetik halal mereka.

"Kalau yang begitu saya akan terima," ujar Bu Nurhayati. Merk asing menyerahkan resepnya. Pabrik Wardah yang membuatkannya.

Dengan demikian Wardah membantu mereka dengan produk halal. Juga mendapat bisnis.

Setiap kali tulisan tentang Wardah terbit di disway Bu Nurhayati memang chatt ke saya. Sebelum matahari terbit.

Semula, saya kira, beliau belum tahu disway.
"Sering viral kok", ujar beliau. "Terakhir tentang profesor bersandar jepit itu," tambahnya. "Yang menemukan inkubator gratis itu."

Tentang Wardah ini pun, katanya, viralnya bukan main. "Saya sudah merasa kalau Pak Dahlan mau menulis. Kok sampai tanya soal sandal," ujar Bu Nurhayati. "Pak Dahlan itu kalau lihat orang dari atas sampai sandal," tulisnya dalam whatsapp.

"Suami saya juga penggemar disway," katanya.

Saya memang tidak mengatakan akan menulis. Saat banyak bertanya itu. Juga tidak memberi info setelah itu.

Itu sebenarnya salah. Saat wawancara wartawan harus mengatakan bahwa ia/dia adalah wartawan.
Saya lupa apakah Bu Nurhayati tahu/tidak kalau saya wartawan. Saya merasa ia tahu. Kalau ternyata tidak, saya minta maaf.

Saya sendiri juga bingung: saya ini masih wartawan atau bukan.[***]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya