Berita

Tsai Ing Wen/Net

Dunia

DPP Kalah Di Dua Daerah Kunci, Tsai Ing Wen Mundur Dari Pimpinan Partai

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 | 22:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Progresif Demokratik yang berkuasa (DPP) pada hari ini, Sabtu (24/11).

Keputusan itu diambil setelah partai pro-kemerdekaan tersebut mengalami kekalahan besar dalam pemilihan umum jangka menengah yang digelar hari ini. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi prospeknya untuk pemilihan kembali.

"Sebagai ketua partai yang berkuasa, saya akan bertanggung jawab penuh atas hasil pemilihan lokal hari ini," kata Tsai seperti dimuat Channel News Asia.


"Saya mengundurkan diri sebagai ketua DPP. Upaya kami tidak cukup dan kami mengecewakan semua pendukung kami yang berjuang bersama kami. Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kami yang paling tulus," sambungnya.

DPP kehilangan benteng tradisionalnya di kota Kaohsiung untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, dan juga dikalahkan di kota

Pemilihan lokal dilihat sebagai ujian jangka menengah untuk Tsai, karena dia menghadapi reaksi atas reformasi domestik dan kekhawatiran tentang hubungan yang memburuk dengan China.

Baik Kaohsiung dan Taichung dimenangkan oleh oposisi yang bersahabat dengan China, Kuomintang.

Tsai mengatakan, DPP akan merefleksikan kekalahan itu, tetapi dia bersumpah untuk terus menekan reformasi.

"Melanjutkan reformasi, kebebasan dan demokrasi, dan melindungi kedaulatan negara adalah misi yang tidak akan ditinggalkan DPP," katanya kepada wartawan.

Tsai juga mengatakan dia tidak akan menerima pengunduran diri Perdana Menteri William Lai, yang menawarkan untuk mundur lebih awal pada malam hari.

Lai menulis di halaman Facebook-nya soal rencana pengunduran dirinya,

"Hasil pemilihan menunjukkan bahwa orang-orang tidak puas. Untuk ini, saya merasa menyesal, dan telah menawarkan pengunduran diri saya kepada Presiden Tsai Ing-wen untuk menerima tanggung jawab politik," tulis Lai.

Meski kalah di dua daerah kunci utama, namun DPP bertahan di dua benteng lainnya, yakni Tainan di selatan pulau dan Taoyuan di utara.

Suara masih dihitung di ibukota Taiwan Taipei. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya