Berita

Erick Thohir/Net

Politik

Demokrat Menyayangkan Kapasitas Ketua Timses Jokowi Level ABS

KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 | 15:28 WIB | LAPORAN:

Pernyataan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir yang mengklaim ekonomi kreatif baru ada di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dibantah keras.

Wakil Sekjen Partai Demokrat Putu Supadma Rudana sangat menyayangkan pernyataan Erick yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi merupakan presiden pertama yang memberi perhatian pada industri kreatif di Indonesia.

Menurutnya jabatan Erick sebagai ketua pemenangan sangat tidak cocok. Ia khawatir, pernyataan dari tim pemenangan akan jauh dari data, hanya asal bicara dan asal bapak senang (ABS).
"Saya rasa Erick Thohir sangat tidak paham dan memalukan sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick harusnya melihat data sebelum bicara," ujar Putu dalam keterangan tertulis, Kamis (22/11).

"Saya rasa Erick Thohir sangat tidak paham dan memalukan sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick harusnya melihat data sebelum bicara," ujar Putu dalam keterangan tertulis, Kamis (22/11).

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Demokrat, ini menjelaskan di tahun 2006, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menginstruksikan pengembangan ekonomi kreatif di negeri ini.

Di tahun selanjutnya, SBY melakukan peluncuran studi pemetaan kontribusi industri kreatif Indonesia pada Trade Expo Indonesia. Adapun di tahun 2008, SBY meluncurkan cetak biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 dan Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif Indonesia.
Tak hanya itu, pada 2009 Pemerintahan SBY menggelar Pekan Produk Kreatif dan Pameran Ekonomi Kreatif. SBY juga mencanangkan Indonesia Kreatif pada 2029.

"Jadi badan ekonomi kreatif itu ada sejak zaman SBY, namanya pariwisata ekonomi kreatif. Jadi sangat disayangkan kapasitas ketua timses pak Jokowi seperti ini. Pernyataan Erick sangat prematur dan menunjukan ketidakpahaman tentang ekonomi kreatif serta membuat malu Presiden Jokowi," sesalnya.

Putu berharap Erick berlaku jujur. Sebab pemerintahan Jokowi berusaha mengkerdilkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Hal ini ditandai pada penurunan anggaran bagi Bekraf di APBN 2019.

Penurunan anggaran tersebut sangatlah signifikan. Yakni sebesar Rp1,5 triliun menjadi Rp659 miliar. Padahal Bekraf berfokus pada kearifan lokal dan memberikan kontribusi pengembangan potensi masyarakat secara maksimal.

"Saya justru melihat Erick Thohir ini yang aneh dan tidak paham substansi karena mengaku-ngaku, asal bicara dan asal bapak senang (ABS).  Lebih baik Pak Jokowi mempertimbangkan kembali, apakah Erick Thohir pantas sebagai TKN Jokowi-Ma'ruf," pungkasnya. [nes]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya