Berita

Maruarar Sirait/Net

Politik

Pembelaan Maruarar Pada UMKM Bukti Kesetiaan Di Garis Rakyat

KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 | 14:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembelaan politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait kepada pelaku usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) sudah sesuai dengan visi Nawacita Presiden Joko Widodo.

Kritik kepada Menteri Perekonomian Darmin Nasution itu merupakan bukti dan wujud nyata bahwa anggota Komisi XI DPR tersebut selalu berada di garis rakyat.

"Kita bangga dengan politikus model Maruarar Sirait yang setia di garis rakyat, yang memegang teguh idealisme dan senantiasa membela rakyat," kata pengamat sosial, ekonomi, dan politik Dahroni Agung Prasetyo, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu, Kamis (22/11).


Maruarar mengeritik keras sikap pemerintah yang mengeluarkan kebijakan relaksasi pelepasan Daftar Negatif Investasi (DNI). Baginya, kebijakan ini benar-benar akan merugikan 115 juta pelaku usaha UMKM atau sekitar 99,3 persen pelaku usaha dari total unit usaha di Indonesia.

Menurut Agung, apa yang disampaikan Maruarar baik di ruang publik maupun di gedung DPR dalam sidang paripurna, seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Sebab Maruarar yang dikenal dekat dengan Jokowi tersebut, menyampaikan kritik berdasarkan pada dukungan kepada Jokowi secara penuh.

"Kritik itu bentuk dan cara menjaga Jokowi agar tetap dekat dengan rakyat," tegas Agung, yang juga mantan aktivis dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Agung, yang juga pegiat dari Wiramuda Indonesia, salah satu komponen bagi pelaku usaha muda dan pemula ini, menegaskan bahwa dalam 4 tahun terakhir pelaku UMKM merasa nyaman dengan pemerintahan Joko Widodo.

Tak heran banyak elemen Wiramuda yang sekarang menjadi pendukung Jokowi dengan penuh militansi dan loyalitas. Di antara mereka bahwa mendirikan Jaringan Relawan Matahari untuk memenangkan Jokowi di periode kedua nanti.

"Keberpihakan Jokowi pada pelaku UMKM jangan ternodai dengan kebijakan relaksi pelepasan DNI ini. Meski sudah direvisi, dari semual ada 54 bidang dan kini ada 25 bidang yang diproteksi, namun bila perlu ditinjau lagi semuanya," tegas direktur eksekutif Aufklarung itu. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya