Berita

Dahlan Iskan

Dua Boys Wardah

RABU, 21 NOVEMBER 2018 | 05:02 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

DUA anak lelaki, dua tipe  manusia.
Sama-sama hebat. Tapi punya kelemahan masing-masing.

Bu Nurhayati, ibu mereka, segera ambil kesimpulan: anak sulung dan adiknya itu memang berbeda.

Yang kuliah di ITB jurusan kimia itu lebih kreatif. Tapi kurang rapi. Dalam pekerjaannya.

Yang kuliah di ITB jurusan kimia itu lebih kreatif. Tapi kurang rapi. Dalam pekerjaannya.

Yang kuliah di ITB jurusan elektro itu lebih tertib dalam bekerja. Juga lebih disiplin. Tapi kalah kreatif.

Hasilnya sangat beda. Pasar Wardah di Indonesia wilayah barat lebih maju. Karena dipimpin orang yang lebih kreatif.
Tapi manajemen di wilayah Indonesia timur lebih rapi. Karena dipimpin oleh anak yang lebih disiplin.

Dua-duanya diperlukan oleh perusahaan.

Pemilik kosmetik Wardah itu segera ambil langkah. Pembagian tugas di antara dua anaknya itu tidak lagi perwilayah.

Nurhayati sudah sampai pada kesimpulan: dua anaknya sama-sama bisa diandalkan. Hanya kemampuan mereka yang berbeda.
Maka anak yang kreatif itu diberi tugas bidang penasaran. Tidak lagi hanya di wilayah barat. Seluruh Indonesia.

Yang manajemennya rapi tadi ditugaskan memimpin produksi. Bu Nurhayati pun  memiliki direktur produksi dan penasaran.

Sang ibu tinggal lebih konsentrasi di riset dan pengembangan. Sang suami berhenti bekerja. Memperkuat perusahaan keluarga. Menangani bidang sumber daya manusia.

Dengan pembagian tanggungjawab yang baru Wardah kian maju.

Sambil menunggu anak ketiganya lulus. Yang lagi mengambil spesialis kulit itu. Yang akan memperkuat bidang riset dan pengembangan.

Kebetulan salah satu menantu Bu Nurhayati juga memiliki kelebihan: bidang keuangan. Bisa diberi wewenang di bidang akuntansi.

Wardah lantas meraih kemajuan yang luar biasa.

Semua pengendalinya muda.

Kerjanya gila.

Hanya anak muda yang bisa bikin kemajuan. Statement saya sejak enam tahun lalu itu terbukti lagi di Wardah. "Anak-anak saya itu yang membesarkan Wardah," kata Bu Nurhayati.

Semua seperti kebetulan.

Kebetulan Bu Nurhayati tidak diterima menjadi dosen.

Kebetulan diterima oleh Wella.

Kebetulan ditugaskan di bagian lab.

Kebetulan memilih memelihara anak daripada terus bekerja.

Kebetulan anak-anaknya pintar dan bisa dilepas.

Kebetulan memilih bisnis kecil-kecilan daripada kembali bekerja di perusahaan orang lain.

Kebetulan rumahnya terbakar.

Kebetulan tuntutan keadilan berkembang setelah reformasi.  Termasuk keadilan ekonomi.

Kebetulan bank mulai memperhatikan usaha kecil. Wardah dapat kredit kecil.

Kebetulan anak-anaknya sudah lulus. Saat perusahaan berkembang.

Kebetulan anak-anaknya mau ikut perusahaan ibunya.

Kebetulan hijaber lagi berkembang....

Kebetulan.

Saya setuju bahwa semua itu pertolongan Tuhan. Tapi saya tidak setuju kalau semua itu sekedar kebetulan.

Saya bisa melihat dengan jelas: semua kebetulan itu karena Bu Nurhayati mengusahakannya.

Adakah yang lebih kreatif itu dipengaruhi kuliahnya di kimia?
Yang memberikan doktrin eksperimen tanpa batas? Bukankah dunia kimia itu dunia kombinasi tanpa batas?

Ataukah memang pada dasarnya lebih kreatif?
Adakah yang lebih tertip dan disiplin itu karena kuliahnya di elektro? Yang mengajarkan serba disiplin? Agar tidak korslet?

Bu Nurhayati tidak mempersoalkan itu. Juga tidak tertarik mencari penyebabnya. Biarlah itu tugas ilmuwan sumber daya manusia.

Yang jelas dua-duanya punya keunggulan. Tinggal ketepatan penempatannya.

Bu Nurhayati jeli melihat perbedaan kemampuan anaknya.[***]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya