Berita

Lee Hsien Loong/AFP

Dunia

Singapura Takut ASEAN Dipaksa Memilih Antara AS Dan Tiongkok

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 15:11 WIB | LAPORAN:

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong memperingatkan negara-negara Asia Tenggara mungkin dipaksa untuk memilih Amerika Serikat atau Tiongkok, menyusul konflik Perang Dingin antar dua ekonomi raksasa dunia itu.

"Keadaan itu mungkin datang ketika ASEAN akan harus memilih salah satu atau lainnya. Ia berharap itu tidak segera terjadi," kata Lee saat penutupan Konferensi Tingkat Tinggi ke-21 ASEAN di Singapura, Kamis malam (15/11) mengutip Bloomberg.

Pernyataan Lee ini mencerminkan ketakutan di antara negara-negara yang lebih kecil bahwa perang perdagangan AS-Tiongkok dapat mengganggu integrasi rantai pasokan di seluruh Asia, yang mengarah serangkaian aturan berbeda untuk operasi pembangkit listrik.


Negara-negara Asia Tenggara telah lama berusaha untuk menyeimbangkan kekuatan utama dunia, agar tidak terjebak dalam konflik lain seperti Perang Vietnam. Strategi itu telah menopang stabilitas, yang mengarah ke peningkatan perdagangan dengan Tiongkok, serta hubungan keamanan yang lebih erat dengan AS terhadap klaim teritorial Beijing yang luas di Laut Cina Selatan.

Lee pun menyerukan integrasi ekonomi yang lebih besar dan ASEAN harus memahami kemungkinan di mana perlu membuat pilihan di antara satu lainnya.

"Jika Anda berbicara tentang kerja sama ekonomi, secara teoritis itu adalah win-win. Tetapi jika ekonomi global memisahkan diri ke dalam blok yang berbeda, maka ASEAN akan berada dalam posisi yang sulit," ucapnya.
Awal bulan November ini, mantan Sekretaris Perbendaharaan AS, Hank Paulson mengingatkan Tirai Besi Ekonomi membagi dunia, bila dua negara tersebut tidak dapat mencapai sebuah kesepakatan.[wid] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya