Berita

Ma'ruf Cahyono/Humas MPR

Perekat Nasionalisme, MPR Terima Indonesia Award 2018

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 11:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menerima anugerah Indonesia Award 2018 dari INews TV dalam kategori apresiasi sebagai lembaga perekat nasionalisme kebangsaan.

Award diserahkan kepada Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono mewakili Ketua MPR Zulifli Hasan dalam acara "Malam Anugerah Indonesia Award 2018" di INews Tower, Jakarta, Kamis malam (15/11).

Malam anugerah Indonesia Award di Jakarta Concert Hall INews Tower dihadiri sejumlah tokoh seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan lainnya. Acara yang disiarkan secara langsung oleh INews ini juga dimeriahkan sejumlah artis kondang seperti D'Masiv, Siti Badriah, Abdul Idol dan Brisia Jodie Idol.


Penghargaan Indonesia Award 2018 yang digelar saluran televisi INews adalah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi pada individu atau lembaga terhadap bangsa.

Indonesia Award 2018 memberi penghargaan pada 20 kategori. Tiga kategori pertama adalah tokoh publik, tokoh professional, dan tokoh olahraga. Selain tiga kategori yang melalui proses penjurian tersebut, Indonesia Award 2018 juga memberikan 17 apresiasi pada beberapa kategori. MPR mendapat penghargaan dalam kategori apresiasi sebagai lembaga perekat nasionalisme kebangsaan.

Usai menerima penghargaan, Ma'ruf Cahyono menyampaikan apresiasi terhadap INews TV yang telah memberikan Indonesia Award 2018 dengan tema "Indonesia Bangga".

Menurut Ma'ruf, penghargaan yang diberikan kepada MPR sangat erat kaitannya dengan tugas-tugas MPR untuk terus menginternalisasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila yang harus kokoh dan tumbuh menjadi ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

"Saya kira jati diri bangsa yang membanggakan bagi Indonesia itu harus terus dirawat dan dijaga serta dibumikan dalam setiap jiwa dan raga manusia Indonesia," ujarnya.

Karena itulah Ma’ruf mengajak semua pihak dan komponen bangsa untuk terus bersatu. "Mari kita terus bersatu. Dengan bersatu kita bisa merdeka dan berdaulat. Dengan merdeka dan berdaulat kita bisa demokratis. Dengan demokratis kita bisa berlaku adil. Tentu tujuannya adalah mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, serta sejahtera," paparnya.

Ma'ruf menilai malam anugerah Indonesia Award 2018 ini merupakan acara yang inspiratif karena berkaitan dengan prestasi dan apresiasi. Apalagi salah satunya adalah apresiasi untuk lembaga yang merekatkan nasionalisme kebangsaan menjadi bagian dalam malam penghargaan ini. Apresiasi ini sangat penting untuk menuju persatuan dan kesatuan bangsa.

"Malam anugerah ini menunjukkan pentingnya peran media untuk bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat, swasta dan lain-lain dalam upaya kita berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ucapnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya