Berita

Megawati/Net

Politik

Megawati Berat Berikan Pucuk Pimpinan PDIP Ke Puan

JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 | 09:29 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Niat pensiun Megawati Soekarno Putri dari Ketua Umum (ketum) PDI Perjuangan, tampaknya tak dibarengi kesiapan Puan Maharani menggantikan posisi Ibunya.

"(Pidato kemarin) tanda bahwa Mega berat berikan pucuk kepemimpinan (PDIP) ke Puan Maharani," ujar pengamat politik Universitas Padjajaran, Idil Akbar, pagi ini (Jumat, 16/11).

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri kembali bicara soal pensiun sebagai ketum PDIP. Ucapan mau pensiun ini diutarakan Mega saat acara pembekalan caleg PDIP, kemarin (Kamis, 15/11).


Dalam kesempatan itu Megawati juga berpidato tentang dirinya merasa kesepian dalam berpolitik. Ia menuturkan bahwa dalam setiap kesempatan dalam kegiatan politik, dirinya jarang menemukan tokoh-tokoh politik dari kalangan wanita selain dirinya.

Entah benar atau tidak, pernyataan Megawati ini tampaknya menafikan tokoh politik wanita lainnya, semisal Puan Maharani

Menurut Idil, pasca mundurnya Megawati, PDIP sangat sulit mencetak pemimpin baru karena, pusat kepemimpinan hanya ada di Megawati. Begitu personal dan dengan gaya yang kharismatik serta wibawa.

"Bisa saja Mega menunjuk putrinya Puan Maharani sebagai pengganti kalau dilihat dari sisi trah. Tapi sisi patron Puan belum bisa menandingi Megawati," demikian Idil. [jto]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya