Berita

Saleh Husin/Net

Bisnis

Festival Filantropi Indonesia, Sinar Mas Tampilkan Ragam Produk Daerah

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 | 17:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mencoba menjaring potensi lingkungan, meningkatkan nilai tambah masyarakat dan menjadikan aktivitas yang bermanfaat bagi sekitar, menjadi pedoman Sinar Mas dalam melakukan aktivitas filantropi.

Demikian disampaikan Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin saat menghadiri Festival Filantropi Indonesia (FIFEST) yang dibuka Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Kamis (15/11).

"Kehadiran pilar bisnis Sinar Mas di sini bukan sekadar menunjukkan program yang kami miliki dan laksanakan, tapi lebih penting lagi guna mendapatkan perspektif serta ide terkini mengenai filantropi dari semua partisipan yang hadir," kata Saleh Husin dalam keterangan tertulis.


Anjungan Sinar Mas menampilkan ragam inisiatif sosial serta program filantropi dari sejumlah pilar bisnis yang berlangsung di berbagai lokasi. Asuransi Sinar Mas melalui Rumah Kreatif Sinar Mas membawa kain Humbang Shibori produk kriya kaum perempuan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang telah mendapatkan pendampingan guna memproduksi tenun ikat dengan konsep eco fashion menggunakan bahan organik sehingga seluruh limbahnya terdaur ulang secara alamiah.

Para pengunjung juga disuguhi kopi arabika dari kebun petani asal Desa Sirisiri, Kecamatan Dolok Sanggul yang bernaung dalam Gabungan Kelompok Tani Mutiara Kasih, dan mendapatkan pelatihan dari Asuransi Sinar Mas bersama pemerintah daerah setempat, serta Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).

"Melalui praktik agribisnis terbaik, diharapkan mereka dapat meningkatkan kualitas, produktivitas sekaligus berinmovasi dalam ragam produk," ujar Saleh Husin

Asia Pulp & Paper Sinar Mas menyajikan aneka produk panganan yang dihasilkan kaum perempuan di Kabupaten Perawang, Riau dan Tanjung Jabung Barat, Jambi, berupa kripik tempe, krupuk udang dan krupuk ikan. Pendampingan di Riau melibatkan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, sementara di Jambi oleh PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry.

Program Desa Makmur Peduli Api di Jambi menampilkan ragam produk olahan dari jahe merah yang dibudidayakan Kelompok Wanita Mekar Wangi. Tampil pula produk kriya bernilai tambah dengan bahan baku kertas, tepatnya kertas bekas yang diolah dengan konsep reuse, reduce and recycle.

"Mereka adalah binaan dari PT Indah Kiat Pulp & Paper, Tangerang Mill," terang Saleh Husin.

Sinar Mas Land yang hadir melalui BSD City mengajak para aktivis Rumah Pintar BSD City menampilkan program pendidikan non formal berbasis komunitas, dalam hal ini di bidang seni dan budaya, serta pemberdayaan kaum difabel. Diantaranya lewat inisiatif pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia bagi kelompok masyarakat tuli yang dilaksanakan bersama Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia.

Sementara PT Berau Coal yang bernaung di dalam Sinar Mas Energy & Infrastucture hadir dengan program pengembangan industri hulu hingga hilir kakao di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang hingga saat ini telah menjangkau lebih dari 350 petani setempat. Produktivitas dan kualitas berikut harga yang membaik, membuat budidaya komoditas ini kembali bergairah.

"Kami berupaya inisiatif yang ada dapat menjangkau masyarakat sekitar, termasuk pula kaum perempuan dan difabel. Memberikan alternatif yang lebih beragam guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka, berbasiskan budaya, kekayaan dan kekhasan setempat," tutup Saleh Husin. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya