Berita

Nusantara

Sekda DKI: Rp 650 Miliar PMD Jakpro Kembali Ke Kas Daerah

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 | 08:55 WIB | LAPORAN:

Ada triliunan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) dari Pemprov DKI ke sejumlah BUMD gagal dibelanjakan sejak tahun 2016. Besarannya mencapai Rp 4,4 triliun.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah menyatakan, hanya ada tiga BUMD yaitu PT Jamkrida, PT Bank DKI, dan PT Askrida yang anggarannya terserap 100 persen.

Sedangkan, 10 BUMD lainnya masih ada yang dalam proses lelang maupun pengerjaan fisik.


"Berarti ada 10 BUMD (yang dananya mengendap). Jadi sisa uang yang mengendap di BUMD itu Rp 4,4 triliun sekian," ujar Saefullah saat rapat anggaran di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu petang (14/11).

Saefullah menambahkan, dari total anggaran mengendap itu, sebesar Rp 2,6 triliun di antaranya masih bisa diserap. BUMD DKI akan menggunakan anggaran tersebut untuk mengerjakan proyek yang diajukan dalam proposal kerja mereka.

"Yang Rp 2,6 triliun, itu masih on progress, dia sesuai dengan proposal dan ada yang proses lelang sekarang, itu akan masih dikerjakan," terang Saefullah.

Sementara dana PMD Rp 650 miliar yang belum terpakai di PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akan dikembalikan ke kas daerah secepatnya.

Saefullah menegaskan, pengembalian PMD ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Perubahan 2018. Tinggal diteken Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk disahkan.

"Itu PMD Jakpro untuk akuisisi Palyja. Yang Rp 650 miliar ini sudah diamanatkan di dalam Perda Perubahan kemarin itu menjadi pemasukan. Sekarang Pergubnya sudah ada, mungkin dalam satu, dua, tiga hari ini akan kita setorkan ke kas daerah karena mereka syaratnya harus RUP dulu, karena dia pengurangan modal dia, dikurangi kemudian disetor," papar Saefulah.

Sisanya Rp 1,18 triliun belum diputuskan nasibnya. Menurut Saefullah, sisa PMD Rp 1,18 triliun itu bisa jadi dikembalikan juga ke kas daerah atau diberikan kepada BUMD yang lain untuk mengembangkan proyeknya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya