Berita

Ma'ruf Amin/RMOL

Politik

Ma'ruf Mengaku Awalnya Tidak Mau Jadi Cawapres, Netizen Teringat Dengan Pernyataan Mahfud MD

RABU, 14 NOVEMBER 2018 | 10:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Cerita Ma'ruf Amin bahwa awalnya dia enggan untuk menerima pinangan sebagai calon wakil presiden mendampingi petahana Joko Widodo, mengingatkan publik dengan pernyataan Mahfud MD pertengahan Agustus 2018.

Kala itu, Mahfud membongkar ancaman bahwa NU tidak bertanggung jawab apabila bukan kader NU yang menjadi cawapres dari Jokowi. Ancaman itu kata Mahfud datang langsung dari Ma'ruf.

Baca: Terbongkar, Ternyata Ancaman NU Bakal "Lepas Tangan" Justru Datang Dari Ma'ruf Amin


Kini, cerita Ma'ruf yang mengaku awalnya tidak mau jadi cawapres, viral di media sosial.

"Bukannya Pak Kiai pakai ngancam seperti yang dibilang Pak Mahfud? Susah juga pegang omongan Pak Kiai nih setelah ngoceh Esemka keluar Oktober yang nyatanya tidak ada," kata netizen Budhi Rachim.

"Lah yang dulu ngancem-ngancem orang NU mau tarik dukungan kalau cawapresnya bukan dari NU siapa??" kata @Harryrachmad.

"Kalau tidak mau padahal Bapak bisa serahkan ke Pak Mahfud MD, Bapak tetep bisa menjadi ketua MUI dan tidak akan capek banget Pak," timpal pemilik akun @justtuis.

Adapun pemilik akun @akbarenginer09 menyatakan, kewibawaan seseorang akan hilang seketika jika jabatan lebih dominan diprioritaskan.

"Ini yang penyakit namanya. Kalau tidak mau jangan diterima, Bro!" ujar Isa Kurniawan di akun @isakurniawan84.

Ma'ruf Amin mengatakan, awalnya dia enggan untuk menerima pinangan sebagai cawapres mendampingi Jokowi. Dia sudah nyaman menjabat sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua MUI.

Tapi, Ma'ruf akhirnya berfikir ulang karena mendapat dukungan dan dorongan dari berbagai ulama. "Akhirnya tapi didorong oleh banyak pihak, oleh banyak para ulama-ulama untuk tetap maju," kata dia di Jakarta, Selasa (13/11). [rus]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya