Berita

Maria Ozawa/Net

Blitz

Maria Ozawa, Ingin Oknum Imigrasi Diproses Hukum

RABU, 14 NOVEMBER 2018 | 08:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Miyabi memaklumi prosedural, tapi kenapa minta nomor telepon dan foto bareng. Ia juga sedang menyiapkan bukti oknum petugas yang mabuk saat proses penahanan.

Maria Ozawa alias Miyabi, diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas I, Denpasar, Bali, pada 6 November lalu. Bekas bintang film porno ini dituding bekerja atau berbisnis ilegal di Bali.

Miyabi mengklaim ke Bali untuk meng­hadiri perayaan ulang tahun temannya, Barbie Nouva.


Benar. Setelah pemeriksaan rampung pada 7 November dini hari, petugas Imigra­si menyimpulkan cewek blasteran Jepang- Kanada ini tak melakukan pelanggaran. Toh begitu, kasus ini berbuntut panjang. Miyabi marah karena menerima perlakuan tak menyenangkan saat diperiksa.

"Sebenarnya aku dari awal sudah ngobrol dan sudah jelasin semua keadaannya. Yang disayangkan kan bukan masalah prosedural, tapi cara mereka membawa paspor itu. Dia tidak setuju paspor dibawa lari gitu saja. Kedua, kita didiemin. Tanpa teman-teman media kita nggak akan diproses," ungkap Barbie Nouva kepada infotainment.

"Setelah diproses, interview, alasan Imigrasi enggak bisa ngomong bahasa Inggris, makanya lama prosesnya. Harus ada translater, aku lah yang masuk di situ sebagai translater. Terus yang terakhir yang membuat dia marah, kenapa harus minta foto bareng dan minta nomor telepon. Kalau prosedural dia sadar kok ini bukan negara dia, dia akan menuruti sesuai pera­turan," sambung penyanyi dan Disc Jockey (DC) ini.

Atas tindakan oknum Imigrasi tersebut, Miyabi ingin menempuh jalur hukum. Bintang film Menculik Miyabi dan Hantu Tanah Kusir ini berdalih, takut nama Indo­nesia khususnya Bali menjadi tercemar oleh tindakan sejumlah oknum.

"Yang pasti dia sempat bilang ke aku, kalau mau, oknum ini dihukum. Jangan dibiarin karena kasihan Indonesia-nya. Dia sedih, teman-teman dia kan banyak orang Indonesia. Dia juga suka banget Indonesia," tambah Barbie.

Mereka tak takut bila pihak Imigrasi balik menuntut atas dugaan pence­maran nama baik. Karena sejak awal dia tak menyebutkan instansi, melainkan ok­num.

"Aku kan menu­lis oknum di situ (postin­gan Instagram), kekecewaan kita terhadap oknum itu. Kalau aku pikir setiap orang mempu­nyai hak, suara dan kebebasan bermedia sosial selama tidak melontarkan terhadap instansinya. Aku kan hanya mencerita­kan kejadian yang sebenarnya, dan itu kekecewaan aku. Jadi wajar dong. Karena ini bukan pertama kalinya. Ini kesekian kalinya terhadap teman-temanku. Kali ini yang fatal banget temen baikku datang ke Indonesia untuk ulang tahunku," terang Barbie.

Disebutkan, ada salah satu petugas yang menahan Maria dalam kondisi mabuk. "Benar (ada oknum petugas Imigrasi mabuk). Kami sedang mencari bukti–bukti pendukungnya," kata Barbie.

"Kebetulan teman-teman videografer dan awak media yang datang ke pesta saya juga melihat ada oknum petugas yang dalam kondisi mabuk. Saya juga melihat sendiri mereka pegang botol minuman keras (miras)," imbuhnya.

Barbie juga menyayangkan sikap kasar para petugas. Yakni menghardik Miyabi. "Dia bilang, 'Keluar saja dari Indonesia, cuma jadi sampah (di sini)'. Mereka kan aparat negara, harusnya mengayomi dan bukan menjatuhkan," kata Barbie.

Usai kejadian itu, Nouva menyatakan, sahabatnya itu kapok kembali datang ke Indonesia. "Kapok. Dia bilang dia enggak bakal dateng ke Indonesia. Just come to Manila for your birthday party. Kalau jalur hukum sih aku belum tahu detilnya. Tapi yang aku denger dia laporin ke Kedutaan. Jadi, Konsulat sudah datang ke imigrasi untuk klarifikasi," tegasnya.

Persahabatan dua bintang seksi itu ber­mula dari sebuah proyek host bareng.

"Kenal awal Juni 2018. Baru banget me­mang. Saat itu, saya ditawari untuk menjadi host sebuah event Piala Dunia di Manila (Filipina) yang ternyata tandem dengan dia (Maria)," ujar Barbie.

Awalnya, dia tak percaya akan bekerja dengan Maria hingga akhirnya kontrak kerja dipegang. "Aku sempat mengira tawaran itu penipuan. Akhirnya, aku minta kontrak kerja dan mereka benar mengirim­kannya. Ternyata tawaran itu benar dan aku bisa berkenalan dengan Miyabi," jelas Barbie. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya