Berita

Foto': Net

Nusantara

Menggagas Investasi Pemrov DKI Di Sektor Pelabuhan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 | 10:01 WIB

SAMPAI saat ini Pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi kawasan utama kegiatan bongkar muat barang ekspor maupun impor.

Bagi masyarakat DKI Jakarta, keberadaan pelabuhan yang dibangun sejak pemerintahan Hindia Belanda tersebut seringkali dilematis.

Di satu sisi, keberadaannya dibutuhkan sebagai gerbang kegiatan ekonomi nasional. Di sisi lain, padatnya kegiatan di pelabuhan telah menyebabkan tingginya angka kemacetan di sekitar kawasan pelabuhan. Dampaknya, kegiatan masyarakat banyak yang menjadi terganggu.


Kemacetan bukan menjadi satu-satunya persoalan yang mencuat di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini. Sengkarut perpanjangan kontrak Hutchison Port Holdings (HPH) di dua terminal petikemas terbesar di Indonesia yaitu PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja (TPK Koja) sudah berlangsung hampir lima tahun.

Bahkan meskipun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah mengeluarkan rekomendasi pembatalan perpanjangan kontrak tersebut, PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) tidak kunjung mematuhinya. DPR beralasan perpanjangan kontrak tersebut melanggar UU 17/2008 tentang Pelayaran.

Tak sebatas itu, audit investigasi yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dipublikasikan tahun 2018 menyebutkan terdapat kerugian negara sebesar Rp 5,4 triliun.

Ironis, persoalan tersebut terus berlarut-larut tanpa kepastian. Pemerintahan Presiden Jokowi seolah melakukan pembiaran dan tidak menganggap penting. Padahal, JICT dan TPK Koja berada pada posisi yang sangat strategis untuk kegiatan ekspor impor nasional.

Sampai saat ini, kedua terminal petikemas tersebut menangani 70 persen kegiatan ekspor impor yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Kedua terminal petikemas tersebut menjadi tumpuan kawasan-kawasan industri (hinterland) di Jakarta dan Bodetabek.

Ketidakpedulian pemerintahan Jokowi terhadap persoalan ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen rezim ini terhadap program Poros Maritim. Bukankah seharusnya infrastruktur sepenting pelabuhan harus mendapat perhatian yang lebih jika program tersebut ingin berhasil. Yang terjadi justru sebaliknya, sudah empat tahun persoalan ini berlalu tanpa kepastian.

Tata Ruang

Jika saja pemerintah mengikuti rekomendasi DPR tentang pembatalan perpanjangan kontrak HPH, pengelolaan dua terminal petikemas terbesar di Pelabuhan Tanjung Priok itu bisa lebih optimal.

Terlebih lagi 20 tahun masa kerja sama dengan HPH cukup menjadi bekal pengelolaan terminal secara mandiri. Jika PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) saja siap mengelola sepenuhnya PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pasca berakhirnya kerja sama dengan Dubai Port, Pelindo II seharusnya bisa melakukan hal yang sama.

Dari aspek tata ruang Provinsi DKI Jakarta, pengelolaan sepenuhnya JICT dan TPK Koja oleh Pelindo II bisa diproyeksikan menjadi pendukung pengembangan kawasan Marunda. Dalam tata ruang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Marunda ditetapkan sebagai  lokasi industri dan pergudangan. Dengan demikian, keberadaan keduanya akan saling melengkapi.

Bagi Pemrov DKI, pengelolaan kawasan Marunda bukan hanya sebatas kawasan industri dan pergudangan saja, termasuk juga area pelabuhan di dalamnya. Karena itu, kerja sama dengan Pelindo II dalam pengelolaan kawasan ini tentunya saling menguntungkan. Sebagai kompensasi, Pemprov DKI melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimilikinya bisa ikut memiliki saham di JICT dan TPK Koja.

Kepemilikan saham di kedua terminal ini bukan demi profit semata, namun sebagai upaya integrative pengembangan kawasan Marunda sebagai salah satu kawasan ekonomi yang memiliki peran strategis bagi pembangunan ekonomi nasional. Apalagi sejak awal kawasan Marunda memang diarahkan sebagai pusat logistik terintegrasi, yang mencakup aktivitas custom clearance, ekspor-impor, pergudangan, transportasi dan pelayanan pendukung lainnya.

Kolaborasi Pemprov DKI dan Pelindo II akan menjadi pendukung utama Jakarta sebagai kota jasa sekaligus hub logistik nasional dan regional. Ini tidak berlebihan jika melihat potensi hinterland Jawa bagian barat yang merupakan  70 persen industri Indonesia dan selama ini menjadi pensuplai kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.

Belum lagi potensi trafik petikemas maupun barang curah yang terus meningkat setiap tahun.

Berbagai potensi tersebut membuat kerja sama Pelindo II dan Pemprov DKI dalam pengelolaan JICT, TPK Koja maupun kawasan Marunda sangat integratif dan prospektif. Tentu saja ini bisa terwujud jika pemerintah memiliki ketegasan untuk segera membatalkan perpanjangan kontrak HPH di JICT dan TPK Koja  sebagaimana rekomendasi DPR maupun audit BPK.[***]
    


Taufiqurrahman

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta

 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya