Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Perubahan Berkat Demokrasi

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 | 07:46 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DUAPULUH tahun telah terlewati sejak Orde Reformasi menghadirkan demokrasi sehingga Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar urutan ke tiga di planet bumi ini. Harus diakui  demokrasi telah berhasil menghadirkan cukup banyak perubahan di persada Nusantara.

Pemerataan

Ternyata berkat demokrasi bukan hanya politik yang berubah namun juga korupsi. Perubahan pada korupsi tampil dalam bentuk pemerataan. Korupsi pada masa Orde Baru dinikmati eksklusif terbatas sekelompok penguasa saja ternyata pada masa Orde Reformasi  dinikmati  secara merata oleh siapa saja yang ingin melakukannya.


Orde Reformasi menghadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi yang ditugaskan untuk memusnahkan korupsi. Namun jumlah pihak yang melakukan korupsi lebih banyak ketimbang yang ditugaskan untuk memberantas korupsi.

Maka jumlah korupsi yang ketahuan jauh melebihi yang tidak ketahuan. Para koruptor juga berubah makin cerdik dalam meningkatkan jumlah dana yang dikorupsi sedemikian besar sehingga lebih bisa dibagi-bagi secara merata ke sana ke mari demi mengamankan korupsi. Korupsi triliunan rupiah jauh lebih aman ketimbang miliar dan rupiah.

Parpol

Demokrasi merubah peta politik dengan menghadirkan jauh lebih banyak partai politik ketimbang duapuluh tahun yang lalu. Akibat partai politik dibiarkan mencari uang sendiri maka semangat melakukan korupsi di antara para anggota parpol juga makin menggebu.

Selama negara masih membiarkan parpol mencari uang sendiri  maka sulit bagi parpol untuk tidak tergoda melakukan korupsi. Namun ada semacam keengganan terhadap undang-undang yang mewajibkan negara membiayai parpol akibat dianggap rawan mengurangi alasan dan kesempatan untuk melakukan korupsi.

Pemilihan Umum

Pemilihan umum merupakan unsur hakiki demokrasi. Mereka yang mencalonkan diri dan ingin menang bersaing dalam pemilihan umum terpaksa sibuk melakukan kampanye agar rakyat memilih dirinya untuk menjadi penguasa. Kampanye butuh biaya lumayan besar.

Biaya yang dikeluarkan di masa kampanye hukumnya wajib untuk diperoleh kembali bahkan kalau bisa dalam jumlah lebih besar setelah sang peserta pemilu terpilih oleh rakyat untuk duduk di singgasana penguasa. Sebagai akibat, alih-alih menyejahterakan rakyat yang telah memilih penguasa, maka penguasa lebih sibuk menyejahterakan diri sendiri masing-masing.

Industri Perizinan

Wajah industri juga ikut berubah. Mulai dari berusaha mencari nafkah sampai membangun rumah, secara legal rakyat diwajibkan memiliki surat izin.

Akibat pemaksaan terhadap rakyat untuk membutuhkan izin itu, para (tidak semua) pemberi izin tidak menyia-nyiakan kesempatan mendayagunakan perizinan sebagai komoditas industri jasa yang sangat lukratif.

Tidak ada beban biaya produksi atau marketing atau apa pun sehingga masukan data debit di lajur pengeluaran biaya pada pembukuan industri perijinan senantiasa nihil.

Bahkan para berwenang memberi ijin diberi salaris untuk menunaikan tugas memberi izin. Industri perizinan memang jauh lebih menguntungkan ketimbang jenis industri lain-lainnya karena dapat ditatalaksanakan  secara sangat efisien tanpa modal apa pun kecuali modal kekuasaan.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan 

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya