Berita

Mahatir Muhammad/Net

Dahlan Iskan

Mahathir Kembali Urus Jembatan Bengkok

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 | 04:59 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

MAHATHIR ke Singapura. Kemarin. Membawa dendam lama. Mungkin. Sangat mungkin. Bahkan membawa kemarahan: tidak soal, diperlihatkan atau tidak.

Tidak ada kejengkelan lebih hebat dari ini: soal pembangunan jembatan. Antara Johor-Singapura.

Yang diusulkan Mahathir.


Yang ditolak Singapura.

Itu usul lama Mahathir.

Tahun 2003. Di akhir masa jabatannya dulu. Sebagai perdana menteri yang pertama dulu: 22 tahun lalu.

Dengan jembatan itu Mahathir ingin menghidupkan laut. Antara Johor dan Singapura. Yang selama ini mati. Oleh urugan yang melintasi selat itu. Yang difungsikan untuk jembatan itu. Yang disebut Couseway Bay itu. Satu-satunya (waktu itu) jalan yang menghubungkan Johor-Singapura.

Mahathir mau bongkar Couseway Bay itu. Diganti dengan jembatan yang indah. Yang melintas di atas laut. Agar kapal bisa lewat di bawahnya.

Dengan demikian kapal dari pantai barat bisa lewat bawah jembatan itu. Untuk ke pantai timur. Tidak perlu memutari Singapura.

Singapura menolak ide itu.

Mahathir marah.

Bentuk marahnya unik. Akan tetap membongkar Causeway Bay itu. Sampai tengah laut. Sampai perbatasan. Kalau Singapura tidak mau membongkar sisi Singapuranya gak masalah.

Mahathir akan membangun jembatan sendiri. Tinggi. Jembatan itu akan berakhir di tengah laut. Di ujung jembatan itu akan dibuat muter-muter. Menurun. Menuju Causeway Bay yang tidak dibongkar Singapura itu.

Desainnya sudah jadi. Bentuknya memang jadi tidak masuk akal. Tapi itulah hasil kemarahan.

Masyarakat lantas memberi nama desain itu sebagai 'Crooked Bridge'. Jembatan Bengkok.

Belum sampai Crooked Bridge dibangun Mahathir sudah lengser. Tapi ia mewariskan proyek itu kepada penggantinya: Abdullah Badawi. Dengan janji akan merealisasikannya.

Ternyata Badawi tidak melangkah. Mahathir marah besar. Karena itu Badawi tidak lama jadi perdana menteri. Dianggap terlalu lemah.

Mahathir tidak mau mendukung Badawi lagi. Mengalihkan dukungan ke Najib Razak. Yang dinilai lebih tegas.

Tapi Najib juga tidak kunjung memulai Crooked Bridge. Mahathir menegurnya. Terus-menerus.

Najib berdalih: ada perjanjian baru dengan Singapura. Mahathir mengejar Najib: mana perjanjiannya. Tapi Najib tidak pernah memberikannya. Mahathir pun kian marah.

Keluar dari UMNO.

Bikin partai sendiri: Pribumi Bersatu. Gabung dengan koalisi Pakatan Harapan. Menggulingkan Najib. Dalam Pemilu Mei lalu.

Kini Mahathir perdana menteri lagi.

Jembatan Tekuk akan dihidupkan lagi.

Saya tidak bisa membayangkan jalannya kunjungan Mahathir ke Singapura kemarin.

Bukan hanya soal Jembatan Tekuk. Tapi juga soal air. Mahathir sudah lama mempersoalkan harga air dari Malaysia. Yang dialirkan ke Singapura. Sebagai sumber air minum utama Singapura.

Air itu hanya dihargai 3 sen per seribu galon. Padahal Singapura menjualnya mahal: USD 3 dolar. Untuk kapal-kapal yang sandar di pelabuhan Singapura.

Singapura beralasan: itu sudah ada dalam kontrak. Sejak zaman penjajahan Inggris dulu. Dan ada biaya tambahan mengolahnya. Serta merawat lingkungan air itu di Johor.

Mahathir sangat keras soal jembatan tekuk itu. Dan soal air itu.

Sampai-sampai Mahathir tidak mengijinkan udara Johor: dilintasi pesawat Angkatan Udara Singapura.

Padahal AU Singapura tidak akan bisa latihan kalau tidak ada udara Johor. Gimana coba latihannya. [***]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya