Berita

Hinca Pandjaitan/Net

Wawancara

WAWANCARA

Hinca Pandjaitan: Kami Tidak Undang Prabowo-Sandi Karena Pembekalan Caleg, Bukan Pemenangan Pilpres

MINGGU, 11 NOVEMBER 2018 | 09:46 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Demokrat menggelar acara pembekalan caleg DPR dan Konsolidasi Partai Demokrat se-Indonesia, di Hotel Sultan, Jakarta. Partai yang dinakhodai mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menarget­kan 15 persen kursi DPR.

Lantas berapa besar target Partai Demokrat untuk pemenan­gan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, duet capres-cawapres jago Demokrat? Seberapa besar komitmen Partai Demokrat untuk memenangkan Prabowo Sandi? Seperti diketahui sebel­umnya banyak kalangan menilai Partai Demokrat tidak power full memenangkan Prabowo-Sandi. Berikut penuturan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan;

Pembekalan apa saja yang DPP Partai Demokrat berikan kepada para calegnya?
Intinya pembekalan-pembeka­lan, kami mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berikatan dengan proses ini, karena caleg harus tahulah.

Intinya pembekalan-pembeka­lan, kami mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berikatan dengan proses ini, karena caleg harus tahulah.

Kemudian dari internal juga ada, ada Kogasma, ada Pak SBY ada saya sendiri, ada KPB, ada BPOK, tapi semua manteri sifatnya internal. Intinya adalah bagaimana caleg-caleg ini mem­bekali diri, paham aturan main dari luar, dan paham aturan main dari dalam, fokusnya di situ.

Pembekalannya prioritas ke pilpres atau pileg?

Hari ini kami tidak bicara pil­pres, kami bicara pileg saja.

Kelengkapan caleg sudah selesai semua?
Sebanyak 573 itu sudah sah se­mua, sudah ada di Daftar Caleg Tetap (DCT). Kalau ada yang tanya kenapa informasi enggak lengkap, karena ada data yang sifatnya pribadi. Kalau anda mau lihat daftar caleg kami lengkap di sini, tapi kami tak ingin masu­kan data pribadi, seperti alamat rumah dan nomor hp. Karena kami punya pengalaman, partai-partai lain juga, begitu sudah tahu alamat caleg-caleg ini, nanti ada yang datang ke rumah, bawa proposal ngaku a, b, c. Karena itu sifatnya data pribadi tidak untuk dipublikasikan. Tapi ka­lau anda tanya Hinca Panjaitan, tahu siapa namanya, dapil sekian itu lengkap. Tapi detail tentang saya, alamat saya di mana, rumah saya dimana enggak baik itu disampaikan. Karena bisa berakibat pada yang kami alami, ada kader kami begitu. Jadi sebetulnya eggak ada yang eng­gak lengkap, semua lengkap. Sebanyak 573 caleg DPR dari Partai Demokrat semua lengkap, makanya disebut DCT, sudah tetap itu. Jadi saya kira bukannya kami enggak mau kasih tahu de­tailnya. Lihat saja Kemendagri enggak mau membuka NIK yang 16 digit itu, karena itu masuk kerahasiaan pribadi. Kalau mau lihat CV kami lihat aja, silakan datang ke DPP.

Bagaimana elektabilitas caleg Demokrat saat ini?

Nanti saja, kami masih bikin surveinya itu.

Demokrat akan fokus ke daerah mana saja?
Di 80 dapil itu kami fokus se­mua, orang kami semua mengisi. Sebanyak 573 caleg semuanya kerja keras.

SBY saat pidato menga­takan PDIP dan Gerindra beruntung. Kenapa begitu?
Jauh hari dulu juga kan temen teman-teman ngejar tentang dua kaki itu. Nah, tadi sebelum jawaban beliau ke situ, saya jelaskan sedikit, bahwa kali ini untuk pertama kali pemilunya serentak, baik legislatif mau­pun pemilihan presiden. Nah, kontestasi kemarin untuk siapa calon presiden dan calon wakil presiden kan sudah selesai, kita semua sama-sama sudah tahu. Oleh karena itu Pak SBY tadi sampaikan, bahwa dalam pemilu serentak seperti ini. Karena pileg dan pilpres serentak, maka yang diuntungkan adalah partai poli­tik yang mengusung capresnya. Oleh karena itu menurut beliau tadi, yang diuntungkan dari Pak Jokowi PDIP, sementara yang diuntungkan dari Pak Prabowo itu Gerindra. Hasil beberapa lembaga survei itu membukti­kan, lalu survei yang kami bikin di internal kami juga begitu. Jadi data yang disampaikan tadi itu benar, yang diuntungkan me­mang dua partai itu.

Berarti partai yang tidak punya capres buntung dong...

Akibatnya, bagi partai yang tidak punya capres ya kemudian harus bekerja keras. Karena itu lah kami melakukan pembekalan ini, bagaimana cara keluar dari, atau strategi apa yang paling tepat kami lakukan ketika pilpres dan pileg ini serentak. Tujuannya supaya kami juga mendapatkan hasil yang bagus.

Katanya Demokrat masih ne­gotiable. Itu apa maksudnya?

Jadi sukses itu negotiable, sukses itu artinya bisa kau bikin lebih bagus, dan bisa kau lebih besar. Jadi negotiable itu dian­tara kami, dengan caleg sebagai bintang utamanya, oleh karena itu caleg itu harus turun. Nah negotiable itu semampu apa kau kerja. Kalau misalnya cuman ke­cepatan sekian, ya segini saja. Tapi kalau kau tambah, ya naik juga. Maksudnya negotiable begitu.

Bukan soal pilpres?

Enggak...enggak ada hubungan­nya toh. Negotiable itu hanya di antara kami, di internal kami, un­tuk caleg-caleg Partai Demokrat. Jadi kan ada lima kekuatan, itu salah satunya kan adalah caleg-caleg itu sendiri. Pertempuran sekarang ini kan sudah di teritori, sudah di bawah, dan karena itu kami bertemu dengan mereka.

Tapi kesannya kok Demokrat posisinya di tengah?
Sikap Partai Demokrat sejak awal jelas, ada tanda tangannya Pak SBY dan saya. Jadi dukun­gan kami jelas kepada Prabowo-Sandi sudah didaftarkan ke KPU, jadi soal itu enggak usah diragukan. Lima bulan ke depan adalah masa kampanye seren­tak, yaitu untuk pileg atau ca­legnya, dan pilpres untuk capres dan cawapresnya. Apa yang kami lakukan ini dalam skala pembekalan untuk calegnya, berjuang full untuk calegnya. Karena memang harus calegnya dulu, sementara urusan pilpres itu urusannya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Nah karena itu masuklah di badan pemenangan nasional itu. Jadi mari kita bedakan, hari ini kami hanya bicara tentang caleg Partai Demokrat.

Lalu fokus untuk memenang­kan pilpresnya bagaimana?

Hari ini kami sama sekali eng­gak bicara soal itu.

SBY kan bilang Demokrat enggak dapat coat tail effect. Lalu bagaimana solusinya?
Karena itulah ini dua hari toh, nanti kita tanya besok.

Bisa kasih gambarannya sedikit?

Ya besoklah (hari ini), jangan dibocorin strategi itu. Kami eng­gak akan bocorkan karena itu strategi kami.

Menggunakan caleg?
Iya kan yang dikumpulin ini kan caleg, makanya calegnya turun. Tapi bagaimana calegnya bekerja itu yang merupakan strategi kami.

Nanti celeg bakal promosi­kan Prabowo juga enggak?
Teman-teman hari ini kami bicara bagaimana caleg meme­nangkan dapil-dapilnya, fokus di situ.

Kenapa enggak undang Prabowo-Sandi untuk hadir di acara ini?
Hari ini judul kami pembeka­lan caleg, bukan pembekalan cara memenangkan pilpres. Karena itu kami enggak men­gundang.

Demokrat kok lebih menso­sialisasikan AHY dibanding­kan Prabowo ya?
Saya enggak akan tergoda kalau ditanya capres, ini soal caleg. AHY itu kan Komandan Kogasma kami untuk meme­nangkan pileg ini, karena itu pastilah kami bicara caleg-caleg. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya