Berita

Genderuwo/Net

Jaya Suprana

Genderuwo

MINGGU, 11 NOVEMBER 2018 | 06:04 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KAMUS Besar Bahasa Indonesia mengungkap makna kata genderuwo sebagai “hantu yang konon serupa manusia yang tinggi besar dan berbulu tebal”.

Ungkapan makna KBBI sangat singkat sementara Wikipedia bahasa Indonesia sebagai ensiklopedia bebas secara lebih luas, panjang, lebar mengungkap makna kata genderuwo yang dibahasa-Indonesiakan menjadi Genderuwa.

Makhluk Halus


Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, genderuwa berasal dari mitologi Jawa yang tampil sebagai sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera, yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh.

Genderuwa dikenal paling banyak dalam masyarakat di Pulau Jawa. Masyarakat Sunda menyebutnya "gandaruwo" sementara di Jawa Tengah dan Timur umum disebut "gendruwo". Habitat hunian kegemaran genderuwo adalah bebatuan di sungai, bangunan tua, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembap sepi dan gelap.

Menurut mitos Jawa, pusat permukiman makhluk mengerikan ini berada di daerah hutan seperti Hutan Jati Cagar Alam Danalaya, kecamatan Slogohimo di timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo di Kulon Progo.

Etimologi

Istilah genderuwa berasal dari bahasa Kawi gandharwa yang berakar dari bahasa Sanskerta: gandharva. Gandharwa dalam kepercayaan Hindu dan Buddha yang dominan di zaman kerajaan Hindu Buddha di Nusantara, digambarkan sebagai makhluk berwujud manusia berjenis kelamin pria yang tinggal di kahyangan. Mitos genderuwa sebagai makhluk astral sendiri diduga berakar dari mitos kuno Persia gandarewa.

Dalam mitos Persia, gandarewa adalah siluman air Persia yang terus-menerus mencoba untuk memakan hal-hal baik yang tercipta dalam mitos genesis Persia dan akhirnya akan dikalahkan oleh pahlawan Keresaspa.

Mitologi Jawa


Wikipedia membahas genderuwa dalam mitologi Jawa secara gamblang apa adanya, sehingga dikuatirkan rawan ditafsirkan sebagai kurang senonoh alias cabul, maka tidak layak saya ungkap di naskah sederhana yang dimuat oleh Kantor Berita Politik RMOL ini agar saya dan Kantor Berita Politik RMOL tidak terkena sanksi yang tertera pada UU anti pornografi.

Bagi yang merasa penasaran maka ingin tahu genderuwa dalam tafsir mitologi Jawa, silakan atas resiko sendiri menyimaknya di Wikipedia bahasa Indonesia.

Budaya Populer

Mitos genderuwa banyak digunakan dalam banyak media hiburan, terutama dalam cerita dan film horor dari Indonesia maupun masyarakat Jawa di Malaysia yang masih mempraktikkan kepercayaan dan budaya Jawa. Pernah pula diangkat ke dalam film Gondoruwo (1981) yang disutradarai Ratno Timoer.

Mitos genderuwo juga tampil pada komik roman mistis bersambung "Si Denok" yang dimuat di harian Suara Merdeka tahun 1990-an di Indonesia.

Film horor Genderuwo yang dirilis tahun 2007 di Indonesia juga meminjam banyak unsur dari mitos genderuwa. Dalam konteks internasional, versi Persia genderuwa, yaitu gandarewa telah ditampilkan pada game Final Fantasy X asal Jepang tahun 2001.

Dedemit

Saya pribadi menggunakan sebutan bagi para rekan sejawat Genderuwo yaitu Dedemit sebagai judul karya komposisi untuk pianoforte yang telah dipergelar oleh pianis Indonesia, Hendrata Prasetya di Sydney Opera House dan Carnegie Hall, New York, USA.

Insya Allah, direncanakan 27 Januari 2019 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Dedemit akan dipergelar oleh pianis Rusia, Anna Volovitch bersama para penari wayang orang Bharata yang akan berperan sebagai para Dedemit seperti Cakil, Burisrawa, Buto Ijo, Bukbis, Leak, Glundung Pecengis, Kilatmeja, Kalamarica, Yuyurumpung, Tuyul  dan tentu saja Genderuwo akan jungkir-balik pencilakan merajalela mengelilingi Anna Volovitch. [***]

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya